Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia PPG 2020 Terbaru - Dapodik Bangkalan

Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia PPG 2020 Terbaru

Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia PPG 2020 Terbaru


Kali ini kami ingin membagikan Soal dan Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia – Profesional.

Sebagai disclaimer, Semua jawaban yang terdapat di laman ini hanyalah sebagai referensi dalam mengerjakan tugas akhir modul bahasa indonesia bapak dan ibu guru. Semoga dengan jawaban yang sederhana in dapat membantu mempermudah bapak / ibu dalam menjawab tugas akhir modul bahasa Indonesia Profesional ini.

Baca Juga :

Modul Profesional Bahasa Indonesia

Soal dan Kunci Jawaban Tugas Akhir Modul Bahasa Indonesia PPG Terbaru

TUGAS AKHIR

Selamat Saudara telah menyelesaikan pembelajaran pendalaman materi Bahasa Indonesia. Untuk menguatkan pemahaman Saudara, silakan kerjakan tugas di bawah ini!

Susunlah sebuah puisi bebas untuk siswa SD kelas tinggi, dengan tema bebas. Selanjutnya parafrasekan puisi tersebut menjadi prosa!

Berikut merupakan referensi jawaban Tugas Akhir Modul Profesional Bahasa Indonesia

Parafrase merupakan salah satu keterampilan yang dapat meningkatkan apresiasi sastra siswa.
Melalui parafrase, siswa berlatih mengubah bentuk karya sastra tertentu menjadi bentuk karya sastra yang lain tanpa mengubah tema atau gagasan pokoknya, misalnya prosa menjadi puisi, puisi menjadi prosa , prosa menjadi drama atau seba-liknya. Dengan melalui pengubahan bentuk tersebut, siswa dapat semakin memahami isi karya sastra tersebut. Aminuddin (2004) menjelaskan bahwa parafrase adalah strategi pemahaman makna suatu bentuk karya sastra dengan cara mengungkapkan kembali karya pengarang tertentu dengan menggu-nakan kata-kata yang berbeda dengan kata-kata yang digunakan pengarang.

Mengapa pendekatan parafrastis perlu dipahami dan dialami oleh siswa? 

Sebagaimana yang Anda ketahui bahwa para pengarang sering menggunakan kata yang konotatif, kias, elipsis atau menghilangkan sebagian unsur, dan kurang menaati tatabahasa karena adanya hak licentia poetica pengarang Kesemuanya itu dapat menyulitkan pembaca untuk memahami karya sastra tertentu. Melalui parafrase, pembaca dapat semakin memahami karya sastra tertentu Di samping itu, Aminuddin (2004) mengemukakan bahwa pendekatan parafrastis pada dasarnya beranjak dari prinsip bahwa (a) pengubahan bentuk karya sastra tententu ke dalam bentuk sastra yang lain (puisi ke prosa atau sebaliknya) akan semakin meningkatkan keluasan dan ketajaman pemahaman pembaca yang bersangkutan (b) gagasan tertentu dapat dikemukakan dalam bentuk yang berbeda, misalnya puisi ke prosa, (c) simbol yang konotatif (mengandung ketaksaan makna atau abstrak) dapat diganti dengan kata yang lebih konkret dan mudah dipahami, (d) pengungkapan yang eliptis dapat ditambah sehingga semakin lengkap dan mudah dimengerti. I.G.P. Antara (1985) mengemukakan bahwa teknik memparafrasekan puisi menjadi prosa dapat dilakukan dengan berbagai cara, yakni sebagai berikut.

(a) Teknik larik yakni perubahan bentuk puisi ke dalam bentuk prosa dengan mendasarkan kepada kalimat demi kalimat yang terdapat dalam puisi tersebut.
(b) Teknik bait yakni perubahan bentuk puisi menjadi prosa didasarkan kepada susunan bait demi bait yang menyusun puisi yang diparafrasekan.
(c) Teknik global yakni perubahan bentuk puisi menjadi prosa yang didasarkan kepada keseluruhan unsur yang membentuk puisi itu. Makna yang tercermin dalam puisi itu dituangkan ke dalam bentuk prosa .

Berikut disajikan contoh parafrase puisi ke prosa. 

HARI LIBUR 

Hatiku gembira
Ujian usai sudah
Rapor ku terima
Aku rangking pertama

Esok mulai libur
Liburan kuhabiskan di rumah nenek
Liburan sambil melepas rindu
Kunikmati damainya desa

Tiap hari
Kutelusuri pematang sawah
Bernyanyi riang
Menyambut kicau burung

Satu minggu sudah
Hari libur habis
Aku harus pulang
Selamat tinggal
Selamat tinggal nenek

Puisi yang berjudul “Hari Libur” di atas dapat diubah menjadi sebuah cerita
seperti berikut.

HARI LIBUR 

Selain hari minggu, saya selalu menyelesaikan tugas PR selama 1- 2 jam sesudah bangun tidur siang hari. Setelah itu, baru pergi main bersama teman-teman. Setelah salat magrib secara berjamaah dengan Bapak, Ibu dan Kakek, Nenek, dan Kakak, saya belajar selama satu jam untuk mengulangi pelajaran yang telah dipelajari di sekolah, kemudian pergi menonton dan tidur. Dengan demikian, pada waktu ujian cawu, seluruh pertanyaan dapat saya jawab dengan baik dan tepat. Dengan ketekunan dan kedisiplinan belajar tersebut, pada waktu menerima rapor, di , lalu saya buka, di dalamnya tertulis sebagai peringkat I . langsung saya mengucapkan Alhamdulillah, betapa senangnya dan puasnya saya saat itu. Begitu pun, mama ,bapak, dan nenek di rumah.

Sesaat setelah pembagian rapor, ada siswa bertanya, “Kapan mulai libur cawu , Bu?,” tanya Imran. “Libur cawu mulai besok,” jawab Bu Guru. Ady sambung bertanya, “Berapa lama libur, Bu?” Jawab bu Guru, “Sembilan hari. Jadi kita mulai sekolah pada hari Rabu”

Pada malam harinya, bapak bertanya, “Berapa lama kau libur, Nak?” “Sembilan hari , Pak!” Jawabku singkat. “Lalu di mana akan berlibur?” tanya bapak Lagi.“ “Saya mau berlibur ke rumah nenek di desa sambil melepas rindu, sekaligus menikmati damai dan indahnya panorama desa.“ Jawabku dengan wajah yang ceria.“ Itu ide yang bagus. Insya Allah nanti bapak-ibu antar besok sekalian melepas rindu juga dengan nenek dan kelu-arga lainnya di desa kelahiran bapak.

Keesokan harinya, tepatnya pada hari minggu pagi, saya berangkat bersama Ayah dan ibu ke rumah nenek yang jauhnya sekitar 25 kilometer dari rumah kami. Dua jam kemudian saya tiba rumah nenek. Betapa gembiranya nenek menyambut kami, saya langsung dipeluk dan dicium sambil berkata “Kenapa baru datang, Nak. Lama sekali rasanya baru bertemu. Nenek sudah rindu sekali”. Baru libur, Nek! Jawabku.

Selama di rumah nenek, setiap hari aku berjalan bersama nenek, mene-lusuri pematang sawah sambil menyanyi dengan riang gembira. Utamanya pada pagi hari setelah shalat subuh, kami berjalan-jalan bersama nenek mengelilingi desa sambil mendengarkan kicauan berbagai macam burung yang begitu mengasyikkan. Alangkah indahnya berlibur di rumah nenek.

Pada malam Selasa, saya menyampikan kepada nenek bahwa besok saya akan pulang karena sudah beberapa hari di sini . “Mengapa cepat sekali pulang cucuku? Rindu nenek masih...” ” Lusa hari sekolah sudah mulai, Nek!” sambungku cepat. “Kalau begitu, nenek tidak bisa menahanmu, nanti bapakmu marah.” Nek, bisa antar saya besok sekalian jalan-jalan ke kota. Sudah lama juga nenek tidak ke kota. Nanti kita jalanjalan menikmati ramai dan hiruk pikuknya kendaraan dan megahnya bangunan di kota Makassar .“ “Nenek sudah tua, dan ada sepupumu akan dinikahkan minggu depan” Jawabnya.

Keesokan harinya, Bapak dan Ibu menjemputku. Sekiat 20 meter dari rumah nek, Saya melambaikan tangan kepada nenek sambal mengucapkan dalam hati “Selamat tinggal panorama desaku yang indah dan permai, sela-mat tinggal nenek tersayang , sampai jumpa nek di libur cawu mendatang.”

Semoga Bermanfaat

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda

Berkomentarlah yg baik dan sopan