Dapodik Bangkalan: Administrasi
Tampilkan postingan dengan label Administrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Administrasi. Tampilkan semua postingan

Permendikbud No 18 Tahun 2019 Tentang Juknis BOS 2019 Terbaru Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK

Download Permendikbud No 18 Tahun 2019 Tentang Juknis BOS 2019 Terbaru Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK

Permendikbud No 18 Tahun 2019 Tentang Juknis BOS 2019 Terbaru Untuk SD, SMP, dan SMA/SMK - Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler atau dikenal dengan Juknis BOS tahun 2019 mengalami pembaharuan melalui lansiran Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 18 tahun 2019.

Sejatinya pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah merilis Juknis BOS 2019 melalui Permendikbud no 3 tahun 2019. Namun pada bulan Mei lalu Mendikbud kembali merilis Permendikbud no 18 tahun 2019 sebagai Perubahan atas peraturan menteri sebelumnya terkait Juknis BOS Reguler.

Sebagai Peraturan yang bersifat perubahan dari peraturan sebelumnya, maka terdapat beberapa point yang mengalami perbaikan. Tentunya perubahan ini diharapkan agar penggunaan dana operasional sekolah lebih baik baik dari segi  penggunaan maupun pelaporan.

Adapun terdapat beberapa poin yang harus diperhatikan dalam penggunaan BOS Reguler kali ini. Salah satunya adalah larangan penggunaan dana BOS untuk beberapa keperluan. Dalam Juknis BOS ini terdapat 18 poin kegiatan dan belanja yang tidak boleh dari dana BOS diantaranya

a. Disimpan dengan maksud dibungakan
b. Dipinjamkan kepada pihak lain
c. Membeli perangkat lunak untuk pelaporan bos dan semacamnya
d. Sewa aplikasi online untuk kegiatan PPDB.
e. Membiayai kegiatan yang tidak menjadi prioritas sekolah, seperti karya wisata, study banding, dan sebagainya.
f. Membayar Iuran MKKS, KKKS, KKG, MGMP, dan UPT Kecamatan, Kabupaten, dan semacamnya.
g. Membiayai akomodasi yang diselenggarakan oleh sekolah seperti sewa hotel, sewa gedung, dan lainnya.
h. Membeli seragam, pakaian, sepatu, bagi guru atau peserta didik untuk kepentingan pribadi.
i. Digunakan untuk rehab berat.

Itulah sebagian dari larangan penggunaan dana BOS Reguler. Sejatinya masih banyak larangan lain yang harus dihindari pihak sekolah dalam menggunakan dana operasional sekolah. Oleh karena itu, bagi pihak sekolah, ataupun dinas terkait untuk benar-benar menggunakan dana bos sesuai juknis terbaru. Sehingga tidak ada kesalahan dalam membelanjakannya.

Selain terdapat larangan dalam Juknis BOS Reguler Terbaru 2019 juga terdapat penggunaan, dan beberapa poin penting lainnya yang harus dipahami oleh pihak satuan pendidikan dan dinas terkait. Untuk lebih detil dan rincinya silahkan simak permendikbud No 18 Tahun 2019 berikut terkait Juknis BOS Reguler untuk SD, SMP, SMA, dan SMK terbaru.

Permendikbud No 18 Tahun 2019 Tentang Juknis BOS 2019 Terbaru 


Download Juknis BOS 2019 (Permendikbud No 18 Tahun 2019) - KLIK DISINI

Itulah link download Juknis Bos 2019 terbaru yang merupakan Permendikbud No 18 tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Download Format S-3 PPDB SD Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar


Download Format S-3 PPDB SD Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar - Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sarat akan kerispan adminitrasi. Mulai dari adminitrasi yang disiapkan oleh calon peserta didik hingga adminitrasi yang merupakan kelengkapan yang harus dibuat oleh pihak panitia PSB. Salah satu adminitrasi paling ujung adalah format S-3.

Format S-3 PPDB adalah dokumen penerimaan peserta didik yang disiapkan panitia sebagai bentuk pelaporan dari pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru. Format S3 ini berisi daftar peserta didik baru yang sudah diterima di sekolah tersebut.

Adapun kolom-kolom penting yang terdapat dalam format S3 PPDB tidak jauh beda dengan format sebelumnya yakni format S-2. AKan tetapi terdapat beberapa kolom baru yang menunjukkan bahwa anak tersebut resmi diterima sebagai peserta didik di satuan pendidikan.

Format S-2 PPDB SD Terbaru

Beberapa kolom tersebut diantaranya kolom nomor Induk siswa. Nomor Induk siswa merupakan nomor induk yang diperoleh siswa dalam sekolah tersebut. Adapun nomor induk siswa atau NIS diperoleh dari daftar urutan peserta didik baru di buku Induk. Kemudian di tuliskan dalam kolom kedua format S3 ini sebagai bukti bahwa siswa tersebut sudah resmi menjadi peserta didik dan tertulis dalam  buku induk.

Kolom baru lainnya yang terdapat di format S3 PPDB adalah kolom diterima di kelas. Kolom ini berisi kelas tempat peserta didik ditampung. Apabila hanya terdiri dari satu rombel atau satu kelas, maka cukup diisi kelas 1 saja. Namun jika peserta didik baru kelas satu terdiri dari beberapa rombel maka bisa diisi nama rombel seperti 1A, 1B, dan sebagainya. Untuk lebih detilnya bisa langsung download di bawah ini.

Download Format S-3 PPDB SD Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar 


Format S3 PPDB SD Tahun 2019 - KLIK DISINI

Itulah tautan untuk mendownload format S-3 adminitrasi PPDB terbaru. Adapun untuk adminitrasi PPDB 2019 lebih lengkap bisa download di bawah ini.

Adminitrasi Lengkap PPDB 2019 - KLIK DISINI

Demikian pkami sajikan adminitrasi Penerimaan Siswa Baru atau yang saat ini dikenal dengan Penerimaan Peserta Didik Baru tahun 2019. Semoga bermanfaat.

Format S2 Adminitrasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar (SD) 2019

download Format S2 Adminitrasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar (SD) 2019

Format S2 Adminitrasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar (SD) 2019 - Penerimaan Peserta Didik Baru merupakan salah satu proses yang tidak sebentar. Selain panitia disibukkan dengan pelaksanaan Penerimaan Siswa Baru tentunya juga disibukkan dengan adminitrasi-adminitrasi PPDB atau PSB.

Salah satu adminitrasi Penerimaan siswa baru yang tidak kalah penting adalah format S-2. Format S2 merupakan daftar pendaftar di seatuan pendidikan atau sekolah. Tentunya yang dimaksud mendaftar adalah para calon peserta didik yang sudah melengkapi adminitrasi pendaftaran, seperti mengisi formulir (format S1), menyetor beberapa adminitrasi data diri dan keluarga seperti akte kelahiran, Kartu keluarga, dan beberapa berkas pendaftaran lainnya.

Apabila calon peserta didik baru sudah mengisi formulir dengan melampirkan berkas yang diminta sekolah maka  calon peserta didik tersebut akan tercatat dalam format S2 PPDB atau daftar pendaftar yang sudah masuk ke sekolah.

Dalam format S-2 PPDB SD terdapat beberapa kolom penting yang harus diisi. Kolom-kolom tersebut merupakan data penting dari calon peserta didik baru. Adapun kolom-kolom tersebut diantaranya No Urut, Nomor Pendaftaran, Nama Siswa, Jenis Kelamin, Tempat dan Tanggal Lahir, Alamat, nama orang tua, dan keterangan apakah siswa tersebut diterima ataupun di tolak.

Tentunya seiring dengan peraturan yang terbaru bahwa adanya larangan untuk memberikan tes kepada calon peserta didik menjadikan pedoman siswa tersebut diteria atau tidak berdasarkan beberaoa unsur. Diantaranya adalah Usia, jarak, dan sebagainya.

Oleh karena itu sangat pending bagi wali siswa calon peserta didik baru khususnya juga kepada panitia PPDB untuk memahami betul peraturan-peraturan dalam penerimaan peserta  didik baru. Sebagai bahan rujukan, kami sajikan format S2 Adminitrasi PPDB SD.

Format S2 Adminitrasi Penerimaan Peserta Didik Baru Sekolah Dasar (SD) 2019


Download Format S2 Adminitrasi PPDB 2019 - KLIK DISINI

Itulah tautan untuk download format S-2 PPDB SD tahun 2019. Adapun untuk daminitrasi lain bisa dicek langsung di:

Adminitrasi Lengkap PPDB 2019 - KLIK DISINI

Demikian format S-2 Adminitrasi PPDB SD yang bisa kami sajikan. Semoga bermanfaat.

Download Format S1 Formulir Pendaftaran Peserta Didik Baru Sekolah Dasar (SD)

Download Format S-1 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Sekolah Dasar (SD)

Download Format S1 Formulir Pendaftaran Peserta Didik Baru Sekolah Dasar - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) akan segera dibuka dalam waktu dekat. Ada beberapa adminitrasi yang harus disiapkan oleh satuan pendidikan khususnya panitia PPDB sebagai salah satu bentuk kelengkapan adminitrasi dan pelaporan kepada dinas terkait.

Salah satu kelengkapan adminitrasi kesiswaan adalah Format S-1. Format S1 disebut juga dengan Formulir Peserta Didik. Formulir Peserta didik ini disiapkan oleh pihak sekolah melalui panitia PPDB. Kemudian formulir ini diisi oleh calon peserta didik atau wali siswa. Tentunya dalam pengisian format S-1 ini haruslah sesuai dengan keberadaan sebenarnya. tanpa ada rekayasa oleh calon peserta didik. Hal ini dikarenakan data yang diminta merupakan data individu awal.

Adapun dalam format S1 atau formulir pendaftaran peserta didik baru ini yang akan diisi oleh calon peserta didik atau calon wali siswa adalah nama siswa atau nama peserta didik. Dalam pengisian formulir ini nama lengkap peserta didik yang diisi haruslah sesuai dengan akte kelahiran. Selain nama lengkap adalah nama panggilan juga menjadi bagian penting yang harus diisi.

Data pribadi berikutnya yang diisi adalah Tempat dan tanggal lahir, alamat pesera didik, agama dan kewarganegaraan. Khusus untuk tempat dan tanggal lahir juga berdasarkan akte kelahiran. Sedangkan alamat diisi berdasarkan kartu keluarga. Hal ini dikarenakan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Permendikbud nomor 51 tahun 2018, salah satu ketentuan zonasi adalah berdasarkan kartu keluarga dalam kurun waktu 6 bulan terakhir. Data pribadi lain adalah jumlah saudara, anak ke, bahasa sehari-hari, berat badan, tinggi badan, golongan darah, dan penyakit yang diderita.

Data berikutnya yang diminta adalah data orang tua peserta didik. Data orang tua ini terdiri dari data ibu kandung, ayah kandung, dan wali (jika ada). Selain nama ketiganya, juga terdapat pendidikan terakhir, pekerjaan, dan alamat. Sehingga nantinya akan dicocokkan apakah peserta didik tinggal bersama orang tua atau bersama wali/.Selain data-data tersebut juga ada data sekolah awa. Untuk lebih lengkapnya bisa disimak di bawah ini.

Format S1 Formulir Pendaftaran Peserta Didik Baru Sekolah Dasar (SD)


Download Format S1 Formulir Pendaftaran Siswa Baru  - KLIK DISINI
Download Format S1 Formulir Pendaftaran Siswa Baru Kop Sekolah - KLIK DISINI

itulah format S-1 atau formulis pendaftaran

Administrasi Lengkap PPDB Tahun 2019

Administrasi Lengkap PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020 - PPDB atau singkatan dari Penerimaan Peserta Didik Baru merupakan Proses yang diselenggarakan Satuan Pendidikan di tiap tahun pelajaran baru.Menjelang Tahun pelajaran baru, Setiap Sekolah / Madrasah wajib mempersiapkan administrasi pendukung agar proses PPDB nantinya berjalan lancar.

Adapun juknis PPDB Tahun 2018 yaitu Permendikbud No 52 Tahun 2018 menjelaskan dengan rinci tentang Proses Penerimaan Peserta Didik Baru di tahun pelajaran 2019/2020. Juknis tersebut nantinya akan menjadi pedomanan bagaimana Proses PPDB berlangsung.

Salah satu syarat PPDB di jenjang Sekolah dasar menurut PERMENDIKBUD Nomor 52 Tahun 2018 adalah sebagai berikut :
(1) Persyaratan calon peserta didik baru kelas 1 (satu) SD berusia:
a. 7 (tujuh) tahun; atau
b. Paling rendah 6 (enam) tahun pada tanggal 1 Juli
tahun berjalan.
(2) Sekolah wajib menerima peserta didik yang berusia 7 (tujuh) tahun.
(3) Pengecualian syarat usia paling rendah 6 (enam) tahun sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b yaitu paling rendah 5 (lima) tahun 6 (enam) bulan pada tanggal 1 Juli tahun berjalan yang diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan/atau bakat istimewa dan kesiapan psikis yang dibuktikan dengan rekomendasi tertulis dari psikolog profesional.
(4) Dalam hal psikolog profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak tersedia, rekomendasi dapat dilakukan oleh dewan guru Sekolah.

Administrasi PPDB Tahun 2019/2020

Agar Proses PPDB dapat berjalan lancar, diharapkan Sekolah untuk membuat Adminitrasi berkaitan dengan PPDB, Administrasi tersebut diantaranya:
  1. Membuat Brosur PPDB agar Calon Peserta didik dan Wali murid mengetahui betul syarat2 serta visi misi sekolah.
  2. SK Kepanitiaan PPDB, SK ini bertujuan untuk merencanakan, mengelola, melaksanakan, memonitor, dan mengevaluasi seluruh tahapan-tahapan pelaksanaan PPDB
  3. Format Pendaftaran PPDB, Format ini digunakan untuk pengisian biodata PPDB yang terintegrasi dengan Dapodik
  4. Tabel Standar Umur, Memuat tentang Batasan Umur yang diperbolehkan mendaftar berdasarkan PERMENDIKBUD Nomor 52 Tahun 2018
  5. Aplikasi Penghitung Usia Siswa saat PPDB, Aplikasi pembantu untuk menghitung usia PD saat mendaftar
  6. Surat Pernyataan Orang tua, berisi tentang surat pernyataan dari Orang tua / Wali murid 
  7. Dan lain - lain


Administrasi PPDB Tahun 2019/2020 bisa bapak ibu unduh secara gratis melalui link di bawah ini.


Berikut link unduhan Administrasi PPDB Tahun 2019
PP Nomor 420/2973/SJ
Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018
Brosur PPDB Tahun 2019
SK Panitia PPDB
Format Pendaftaran PPDB
Tabel Standar Umur
Aplikasi Penghitung Usia Siswa saat PPDB
Formulir Peserta Didik (dapodik)
Surat Pernyataan Orang Tua

Demikian Informasi seputar Administrasi PPDB Tahun Pelajaran 2019/2020. Semoga Bermanfaat

Download Logo Tut Wuri Handayani Versi Asli Kemendikbud dan Maknanya

Download Logo Tut Wuri Handayani Versi Asli Kemendikbud dan Maknanya

Download Logo Tut Wuri Handayani Versi Asli Kemdikbud - Logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik atau yang lebih dikenal dengan Tut Wuri Handayani banyak kita temukan di internet, banner atau pada penggunaannya di dunia pendidikan.

Akan tetapi logo tut wuri yang kita temui kadang mengalami beberapa variasi dan perubahan. Sehingga tidak sesuai dengan warna atau gambar asli yang sudah ditetapkan oleh pemerintah atau Kemendikbud terkait penggunaan logo tut wuri ini.

Tut Wuri sendiri berasal dari tiga semboyan bapak pendidikan kita Ki Hajar Dewantara yakni, Ing Ngarso Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Arti dari semboyan tersebut adalah di depan memberi contoh/teladan, di tengah semangat, dan di belakang memberi dorongan). Tiga semboyan inilah yang kemudian dijadikan sebagai semboyan dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan sosok Ki Hajar Dewantara juga dijadikan sebagai Bapak Pelopor Pendidikan yang kemudian tanggal lahirnya dijadikan sebagai hari pendidikan Nasional.

Sampai saat ini pun, semboyan tersebut masih melekat di logo Kemendikbud. Logo yang dikenal dengan nama logo Tut Wuri ini mulai dijadikan sebagai logo di dunia pendidikan sejak tahun 1977 melalui Surat Keputusan Mendikbud tahun 1977 nomor 1938/M/1977 tentang penetapan logo Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan atau Depdikbud. Kemudian pada tahun 2013 ditetapkan sebagai logo Kemendikbud melalui Permendikbud RI No 6 tahun 2013 tentang tatanan naskah dinas di lingkungan Kemendikbud.
logo tut wuri handayani png

Adapun mengenai makna logo Tutwuri atau kemendikbud tersebut dijelaskan melalui lansiran web kemendikbud. Untuk lebih detilnya berikut makna logo kemendikbud atau logo Tutwuri Handayani.

Makna Logo Tutwuri Handayani atau Logo Kemendikbud 


Makna Bagian Gambar
1. Segi Lima merupakan dasar negara Indonesia yakni Pancasila yang terdiri dari lima dasar
2. Belencong Menyala (lentera) menggambarkan peranan pendidikan yang diibaratkan lentera yang mampu menyinari kehidupan.
3. Motif Garuda pada Belencong menggambarkan sikap Garuda yang gagah, dinamis. Adapun pada sayap berjumlah lima menunjukkan sikap pancasilais.
4. Buku dalam logo tut wuri menggambarkan dunia pendidikan. Buku juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan yakni sebagai sumber belajar.

Makna Warna
1. Warna Biru sebagai dasar pada logo atau bidang menunjukkan pengabdian.
2. Warna purih menunjukkan pribadi yang suci.
3. Warna Emas menunjukka pribadi yang luhur.

Makna Semboyan
Dalam Logo Kemendikbud terdapat semboyan Tut Wuri Handayani yang merupakan semboyan dari sistem pendidikan di Indonesia. Semboyan ini dikobarkan oleh bapak pendidikan Indonesia yakni Ki Hajar Dewantara yang artinya Di Belakang Memberi Dorongan.

Itulah makna yang terkandung dalam logo Tit Wuri Handayani. Dengan kata lain, model, desain, serta warna logo ut wuri sudah ditetapkan oleh Kemendikbud. Sangat tidak dianjutkan merubah desain dan warna, karena akan merubah makna dari logo tersebut. Namun jika menyajikan dalam bentuk hitam dan putih tidak masalah, karena format warna hitam putih juga sudah disediakan oleh kemendikbud.

Logo Tut Wuri (jpg) - KLIK DISINI
Logo Tut Wuri (png) - KLIK DISINI
Logo Tut Wuri Hitam Putih (jpg) - KLIK DISNI
Manual Logo Tut Wuri Handayani Kemdikbud - KLIK DISINI

Itulah download logo tut wuri beserta makna dalam setiap kompenennya. Logo-logo tersebut bisa digunakan beberapa hal penting mulai dari kop surat berlabel kementerian pendidikan hingga raport untuk jengang SD, SMP, hingga SMA. Semoga bermanfaat.

Contoh Raport SD Kurikulum 2013 Terbaru Beserta Cara Pengisiannya

Contoh Format Raport SD Kurikulum 2013 Terbaru

Contoh Raport SD Kurikulum 2013 Terbaru Beserta Cara Pengisiannya - Kurikulum 2013 terus mengalami pengembangan baik dari segi pembelajaran, sumber belajar, pelaksanaan, hingga laporan penilaian. Termasuk diantaranya adalah raport peserta didik yang juga mengalami beberapa revisi.

Sejak dirilisnya Panduan Penilaian pada tahun 2016 dan Panduan Penilaian revisi 2018, laporan penilaian atau raport SD Kurikulum 2013 mengalami banyak perubahan dibandingkan sejak awal diberlakukannya kurikulum 2013. Salah satu yang mengalami perubahan adalah dari segi nilai. Nilai pada raport tidak hanya menggunakan predikat dan deskripsi, namun juga memunculkan angka-angka yang diperoleh peserta didik setiap muatan pelajaran.

Dalam hal penyampaian deskripsi juga mengalami beberapa perubahan. Saat ini deskripsi penilaian berisi perolehan Kompetensi Dasar (KD) tertinggi dan KD terendah. Tentunya dengan menggunakan bahasa dan kalimat positif. Untuk lebih detilnya berikut petunjuk Pengisian Raport SD Kurikulum 2013.

Petunjuk dan Cara Pengisian Raport SD Kurikulum 2013 Revisi 2018


- Kompetensi Inti 1 (KI-1) yang berisi nilai Spiritual diambil dari KI-1 muatan pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn.
- Kompetensi Inti 2 (KI-2) yang berisi nilai Sikap sosial diambil dari KI-2 muatan pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti dan PPKn.
-Hasil penilaian untuk Pengetahuan (KI-3) dan Keterampilan (KI-4)dilaporkan dalam bentuk Nilai, Predikat, dan Deskripsi. Sedangkan untuk pelaporan sikap Spiritual dan sosial (KI-1 dan KI-2) dilaporkan dalam bentuk Predikat dan/atau Deskripsi. Jadi untuk penilian sikap boleh menggunakan predikat dan deskripsi atau langsung deskripsi.
-Untuk Predikat hanya terdiri dari 4 yakni A untuk sangat baik, B untuk nilai baik, C untuk nilai cukup, dan D untuk nilai perlu bimbingan.
- Untuk Deskripsi diambil dari KD tertinggi dan terendah dengan menggunakan kalimat postif.

Itulah beberapa petunjuk pengisian raport berdasarkan Pedoman Penilaian SD revisi 2018. Perlu dipahami dalam pelaporan ini juga sangat penting untuk menampilkan nilai sesuai apa yang diperoleh peserta didik selama duduk di bangku sekolah. Adapun untuk contoh Format Raport SD Kurikulim 2013 terbaru bisa diunduh di bawah ini.

Download Contoh Raport SD Kurikulum 2013 Terbaru - KLIK DISINI

Contoh dan petunjuk atau cara pengisian raport Kurikulum 2013 di atas diambil dari buku pedoman penilaian terbaru. Untuk download buku pedomen penilaian revisi 2013 bisa di unduh di bawah ini.

Pedoman Penilaian Sekolah Dasar Kurikulum 2013 - DOWNLOAD DISINI


Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Terbaru Untuk SD Edisi Revisi 2018

Buku Panduan Penilaian Terbaru Untuk SD Revisi 2018

Panduan Penilaian Kurikulum 2013 Terbaru Untuk SD Edisi Revisi 2018 - Pemerintah kembali merilis panduan penilaian edisi revisi tahun 2018. Sebelumnya Pemerintah juga mengeluarkan Pedoman Penilaian pada akhir tahun 2016 lalu. Pedoman tersebut akhirnya direvisi pada akhir tahun 2018 yang ditanda tangi oleh Direktorat Pembina Sekolah Dasar pada tanggal 8 Desember 2018.

Dalam Buku Panduan Penilaian ini terdapat beberapa hal yang harus dipahami oleh Pendidik atau guru, Satuan Pendidikan, himgga ihak terkait yang berhubungan dengan pendidikan sekolah Dasar seperti Pengawas Sekolah, hingga Dinas Pendidikan setempat.

Adapun dalam Pedoman Penilaian revisi 2018 terdapat dua pihak yang dibahas yakni Penilaian Oleh Satuan Pendidikan dan Penilaian oleh Pendidik. Penilaian oleh satuan pendidikan meliputi semua bentuk pelaksanaan penilaian di sekolah. Satuan Pendidikan harus benar-benar memperhatikan Ruang Lingkup Penilaian, Bentuk Penilaian, Instrumen Penilaian, Kriteria Kenaikan Kelas dan Kriteria Kelulusan, Perencanaan dan pelaksanaan Penilaian, dan Pengolahan, Pemanfaatan, serta tindak lanjut.

Satuan Pendidikan selalu pelaksana proses pendidikan hingga penilaian tentunya memiliki peran penting. Dalam menyiapkan bentuk penilaian misalnya, terdapat 3 penilaian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yakni Penilaian Askhir Semester (PAS), Penilaian Akhir Tahun (PAT) dan Ujian Sekolah (US). Ketiga penilaian tersebut diselenggarakan oleh sekolah.

Selain itu juga mengenai kriteria kenaikan kelas dan kelulusan. Kurikulum 2013 mengalami beberapa kali pembenahan. Salah satunya adalah dari yang mewajibkan peserta didik naik kelas menjadi peserta didik bisa tidak naik kelas. Ketentuan naik kelas dan tidak ini sudah diatur dalam buku Pedoman Penilaian Sekolah Dasar ini. Diantaranya Kenaikan kelas ditentukan melalui rapat dewan guru dengan mempertimbangkan beberapa aspek seperti kehadiran, penilaian (KI 3 dan KI4) serta penilaian sikap (KI1 dan KI2).

Buku Panduan Penilaian ini juga membahas mengenai tugas pendidik atau guru dalam melakukan penilaian. Dalam melakukan penilaian, seorang pendidik harus melakukan 5 tahap penilaian. Keempat tahap tersebut meliputi Perencanaan, Pelaksanaan, Pengolahan, Pemanfaatan, dan Tindak Lanjut Hasil Penilaian. Semua langkah dan tahap penilaian yang dilakukan pendidik ini tersaji lengkap dalam buku panduan Penilaian SD Revisi 2018. Untuk lengapnya bisa diunduh di bawah ini:

Download Buku Panduan Penilaian SD Terbaru Revisi 2018


Buku Panduan Penilaian K13 SD Revisi 2018 - KLIK DISINI

Itulah Panduan Penilaian SD terbaru. Panduan penilaian ini diharapkan menjadi salah satu dasar dan pedoman yang dilakukan guru dan  satuan pendidikan dalam melakukan penilaian. Oleh karena itu sangat penting buku dipahami oleh pelaku pendidikan sekolah dasar di mana saja berada. Semoga bermanfaat. Silahkan bagikan atau share agar bisa lebih bermanfaat lagi.

PPG

Dapodik

1 Lembar