Dapodik Bangkalan: info
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info. Tampilkan semua postingan

3 Tahapan Untuk Mendapatkan NUPTK (Cepat dan Mudah)

3 Tahapan Untuk Mendapatkan NUPTK dengan Cepat dan Mudah
Cara Mendapatkan NUPTK dengan cepat dan Mudah. Assalamu'alaikum Wr. Wb. Pada kesempatan ini saya akan membagikan informasi terkait cara pengajuan untuk mendapatkan NUPTK bagi Guru atau Tenaga Kependidikan yang belum memiliki NUPTK. Tahapan tersebut saya bagi menjadi 3 tahapan agar bapak/ibu lebih mudah memahaminya.

NUPTK atau singkatan dari Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan merupakan kode referensi yang berbentuk nomor unik bagi pendidik dan tenaga kependidikan sebagai identitas dalam menjalankan tugas pada Satuan Pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan. dengan kata lain, jika anda mengajar di satuan pendidikan dibawah naungan Kementrian Pendidikan, agar status sebagai pendidik diakui haruslah memiliki NUPTK. NUPTK diberikan kepada seluruh GTK baik PNS maupun Non-PNS yang memenuhi persyaratan dan ketentuan yang dikeluarkan oleh Kemendikbud.

Selain sebagai identitas resmi dari Kementrian, NUPTK memiliki banyak manfaat antara lain :
  1. Untuk dapat mengikuti program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah (UKG, PPG, Beasiswa, dll)
  2. Sebagai salah satu Syarat wajib untuk mendapatkan aneka macam tunjangan (sertifikasi, fungsional, terpencil, inpassing, insentif dan yang lainnya)


Juknis Pengajuan NUPTK

Untuk mendapatkan NUPTK, yang pertama kali disimak dan dipelajari adalah Petunjuk Teknis / juknis. Tanpa mempelajari juknis tersebut seorang calon penerima NUPTK akan mengalami kesulitan karena tidak tahu bagaimana cara untuk mendapatkan NUPTK. Juknis yang mengatur pengelolaan NUPTK yaitu Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2018 yang berisi tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK). 

Untuk itu, silahkan pelajari terlebih dahulu Juknis tersebut karena didalamnya terdapat syarat, alur dan cara untuk pengajuan mendapatkan NUPTK. Juknis tersebut bisa Bapak/Ibu unduh melalui tautan berikut ini: PP Nomor 1 Tahun 2018


Syarat-syarat Pengajuan untuk Mendapatkan NUPTK.

Dalam Peraturan No. 1 Tahun 2018 tentang pengeloloaan NUPTK di atas, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh Calon Penerima NUPTK, yaitu: 


1. Sudah terdata di Aplikasi Dapodik.
Pastikan data Bapak/Ibu sudah masuk ke sistem Dapodik, karena untuk pengajuan secara online nantinya menggunakan data base yang bersumber dari Aplikasi dapodik. 

2. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP)


3. Ijazah dari pendidikan dasar sampai dengan pendidikan terakhir

Ijazah yang dimaksud disini yaitu Ijazah SD, Ijazah SMP, Ijazah SMA dan Ijazah S1(untuk Ijazah S1 tidak harus linier).

4. Bagi yang berstatus sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Pegawai Negeri Sipil (PNS) melampirkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan CPNS atau PNS dan SK penugasan dari Dinas Pendidikan;


5. Bagi yang berstatus Non PNS, wajib mempunyai SK minimal SK Kepala dinas Pendidikan setempat.


Untuk GTT Honor Sekolah mungkin ini Syarat yang paling berat, karena tidak mempunyai SK dari Kepala Dinas Pendidikan. Silahkan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mengusulkan SK Kepala Dinas agar bisa melengkapi Syarat untuk mendapatkan NUPTK.


6. Bagi Guru Tetap Yayasan (GTY), telah mengajar paling sedikit 2 (dua) tahun secara terus menerus.

untuk dapat memperoleh NUPTK, Guru di bawah naungan Yayasan minimal telah mengabdi minimal 2 tahun terakhir.


Setelah Syarat-syarat di atas sudah dipenuhi, selanjutnya saya akan membahas tentang dokumen-dokumen yang diperlukan untuk pengajuan NUPTK baru.

Back to Content

Dokumen yang dipersiapkan

Tahap ke-2 setelah kita pelajari juknis dan Syarat untuk mendapatkan NUPTK, yaitu mempersiapkan dokumen yang nantinya digunakan untuk proses Upload Berkas untuk Pengajuan NUPTK baru secara Online. Dokumen yang dimaksud berupa hasil Scan Dokumen Asli menggunakan format PDF dan ukuran masing-masing file tidak lebih dari 2mb. Adapun file yang dibutuhkan tersebut adalah:
  1. Scan KTP
  2. Scan Ijazah SD
  3. Scan Ijazah SMP
  4. Scan Ijazah SMA
  5. Scan Ijazah S1/D4
  6. Scan SK Pengangkatan Dinas dan Penempatan
dokumen untukmendapatkan NUPTK
Pastikan Dokumen yang di Scan merupakan Dokumen Asli, Bukan Fotocopy / Legalisir / Suket.
Poin no. 5 Wajib Ijazah S1/D4 (bukan Akta 4/IPK/Suket).

Poin no. 6

1. SK pengangkatan awal sebagai guru
2. SK perpanjangan pengangkatan sebagai guru tahun 2017, 2018, dan 2019 (negeri), jika GTY mulai tahun 2016 s/d 2019 
3. SK Pembagian tugas mengajar Tahun pelajaran  2016/2017, 2017/2018, 2018/2019 dan 2019/2020 (lembaga negeri), dan SK Pembagian tugas mengajar Tahun pelajaran 2016/2017, 2017/2018, 2018/2019 dan 2019/2020.
dijadikan 1 file seperti contoh di bawah ini


Langkah selanjutnya setelah menyiapkan File semua Dokumen (1-6) serahkan ke Operator Dapodiknya untuk melakukan Proses Upload Dokumen Pengajuan NUPTK Baru di Verval GTK (tahap-4).




Back to Content


Upload data Pengajuan NUPTK

di Tahapan keempat ini merupakan wewenang Operator Sekolah untuk melakukan Upload Dokumen Pengajuan NUPTK di vervalGTK melalui link vervalptk.data.kemdikbud.go.id. caranya yaitu:

1. Login menggunakan akun yang sudah terdaftar di http://sdm.data.kemdikbud.go.id/

2. Setelah berhasil login,  di menu beranda pastikan PTK yang akan didaftarkan NUPTK tersebut terdapat tulisan Calon Penerima NUPTK disampingnya
Calon Penerima NUPTK

3. Selanjutnya klik Menu NUPTK -> Calon Penerima NUPTK, maka akan muncul daftar PTK yang bisa diajuuan untuk mendapatkan NUPTK. 


Calon Penerima NUPTK


4. klik Unggah Berkas (Upload), maka akan mucul menu untuk memulai proses upload dokumen.
Silahkan upload satu persatu file yang sudah dipersiapkan di tahap ke 2 di atas (6 file). Jika selesai klik OK dan reload browser.

5. Sampai disini tugas OPS, hanya tinggal menunggu status Aproval sampai mendapatkan NUPTK melalui menu Status Penerimaan NUPTK
Status Penerimaan NUPTK
Proses Aproval sampai mendapatkan NUPTK melalui 3 Tahapan.
Tahapan 1 : Aprove Dinas Pendidikan
Tahapan 2 : Approve LPMP / BP Paud-Dikmas
Tahapan 3 : Penerbitan NUPTK oleh PDSPK

jika sudah melalui approve Dinas Pendidikan dan Approve biasanya NUPTK keluar paling lama 2x24jam. Berdasaran Pengalaman, proses Aprove yang lama yaitu di Dinas Pendidikan dan LPMP. Kalau boleh kasih saran, jika rumah Bapak/Ibu berdekatan dengan Dinas Pendidikan/LPMP, silahkan ke tempat tersebut dan menemui adminnya dengan membawa bukti screenshot agar proses Approv dipercepat. 

Terakhir, Jika sudah melalui ke 3 tahapan aproval, maka NUPTK akan Otomatis terbit di menu Status Penerimaan NUPTK. Dan untuk mengeceknya bisa menggunakan link gtk.data.kemdikbud.go.id/Data/Status




Back to Content

Panduan dan Cara mendapatkan NUPTK juga bisa Bapak/Ibu tonton melalui tayangan video berikut


demikian yang dapat saya bagikan seputar Cara Mendapatkan NUPTK dengan Cepat dan Mudah. Semoga Bermanfaat.

Pengertian Lengkap RPP disertai Contoh (Permendikbud No 22 tahun 2016)

Pengertian RPP
Permendikbud No 22 tahun 2016 tentang standar proses pendidikan dasar dan menengah menjelaskan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana kegiatan pembelajaran tatap muka untuk satu pertemuan atau lebih. RPP dikembangkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran peserta didik dalam upaya mencapai Kompetensi Dasar (KD).

RPP disusun berdasarkan KD atau subtema yang dilaksanakan satu kali pertemuan atau lebih. Dalam Permendikbud No 22 tahun 2016, secara tegas menjelaskan komponen minimal RPP terdiri atas:

a. Identitas sekolah yaitu nama satuan pendidikan;

b. Identitas mata pelajaran atau tema/subtema, mencakup: 1) kelas/semester, 2) materi pokok, dan 3) alokasi waktu ditentukan berdasarkan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar, dengan mempertimbangkan jumlah jam pelajaran yang tersedia dalam silabus dan KD yang harus dicapai;
c. Kompetensi Dasar, adalah sejumlah kemampuan minimal yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator pencapaian kompetensi. Kompetensi dasar dalam RPP, merujuk kompetensi dasar yang tercantum dalam silabus;

d. Indikator  pencapaian  kompetensi  adalah  perilaku  yang  dapat  diukur  dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu. Indikator pencapaian kompetensi menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi disusun guru dengan merujuk kompetensi dasar. Dengan pertimbangan tertentu, guru dapat menentukan tingkatan indikator lebih tinggi dari kompetensi dasar (kemampuan minimal) yang ditentukan silabus. Pertimbangan tertentu yang dimaksud, antara lain: agar lulusan memiliki nilai kompetitif, atau kelengkapan fasilitas laboratorium lebih baik dari satuan pendidikan sejenis. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan/atau diukur, yang mencakup kompetensi pengetahuan (kognitif), sikap (afektif) dan keterampilan (psikomotor);

e. Tujuan  Pembelajaran  dirumuskan  lebih  spesifik  atau  detail  dengan  merujuk indikator  pencapaian  kompetensi.  Jika  cakupan  dan  kedalaman  materi pembelajaran sudah tidak dapat dijabarkan lebih detail dan spesifik lagi, maka tujuan pembelajaran disusun sama persis dengan indikator pencapaian kompetensi.

f. Materi pembelajaran memuat fakta, konsep, prinsip dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir pokok bahasan/sub pokok bahasan sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. Materi pembelajaran secara lengkap dalam bentuk Lembar Kerja Peserta Didik dapat dilampirkan.

g. Model/Metode pembelajaran, model pembelajaran (lebih luas dari metode, dan mempunyai sintak jelas) digunakan guru untuk mewujudkan proses pembelajaran dan suasana belajar yang mengaktifkan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar.  Penggunaan  model  pembelajaran  hendaknya  mempertimbangkan karakteristik peserta didik, dan karakteristik materi pembelajaran. Untuk memperkuat pendekatan ilmiah (scientific), tematik terpadu (tematik antar matapelajaran), dan tematik (dalam suatu mata pelajaran) perlu diterapkan pembelajaran berbasis penyingkapan/penelitian (model pembelajaran discovery/inquiry). Untuk mendorong kemampuan berpikir peserta didik abad 21, baik secara individual maupun kelompok maka sangat disarankan menggunakan model pembelajaran berbasis pemecahan masalah (problem based learning). Untuk menstimulan kemampuan ketrampilan dan berkarya peserta didik, baik secara individual  maupun  kelompok,  maka  pemilihan  model  pembelajaran  berbasis proyek sangat tepat. Tentunya para guru harus memahami berbagai model pembelajaran lain yang dapat mengaktifkan pengalaman belajar peserta didik.

h. Media  Pembelajaran,  berupa   alat   bantu   guru   untuk  menyampaikan  materi pembelajaran, agar peserta didik termotivasi, menarik perhatian, dan berminat mengikuti pelajaran. Jenis-jenis media pembelajaran dan karakterisnya, perlu dipahami  pada  guru,  sehingga  pemilihan  media  pembelajaran  dapat mengoptimalkan perhatian dan hasil belajar peserta didik.

i.  Sumber belajar, dapat berupa buku cetak, buku elektronik, media yang berfungsi sebagai sumber belajar, peralatan, lingkungan belajar yang relevan;

j. Langkah-langkah kegiatan pembelajaran, serangkaian aktivitas pengelolaan pengalaman belajar siswa, melalui tahapan pendahuluan, inti dan penutup. Pada tahapan   pendahuluan,   guru   melakukan   kegiatan:   1)   memimpin   doa   dan mempresensi kehadiran peserta didik, 2) memberikan apersepsi, 3) menyampaikan tujuan pembelajaran, dan 4) memotivasi peserta didik. Pada tahapan inti, guru mengelola pembelajaran merujuk pada sintak (prosedur) model pembelajaran yang dipilihnya. Tahapan penutup, guru melakukan kegiatan: 1) rangkuman materi pembelajaran, 2) penilaian, dan 3) tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

k. Penilaian, penilaian  proses  belajar  dan  hasil  belajar  dikembangkan oleh guru, dilakukan dengan prosedur :
  1. menetapkan tujuan penilaian dengan mengacu pada RPP yang telah disusun;
  2. menyusun kisi-kisi penilaian;
  3. membuat  instrumen  penilaian serta pedoman penilaian;
  4. melakukan analisis kualitas instrumen penilaian;
  5. melakukan penilaian;
  6. mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan hasil penilaian;
  7. melaporkan hasil penilaian; dan
  8. memanfaatkan laporan hasil penilaian.
Pengertian RPP K13

komponen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas  di  mana  guru  tersebut  mengajar  (guru  kelas)  di  SD  dan  untuk  guru  mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Pengembangan RPP, sebaiknya dilakukan pada setiap awal semester atau awal tahun pelajaran,   dengan   maksud   agar   RPP   telah   tersedia   terlebih  dahulu   sebelum pelaksanaan pembelajaran. Pengembangan RPP dapat dilakukan secara mandiri atau secara berkelompok. Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara mandiri dan/atau secara bersama-sama melalui Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di dalam satu sekolah difasilitasi dan disupervisi kepala sekolah atau guru senior yang ditunjuk oleh kepala sekolah. Pengembangan RPP yang dilakukan oleh guru secara berkelompok melalui MGMP antar sekolah atau antar wilayah dikoordinasikan dan disupervisi oleh pengawas atau dinas pendidikan kota/kabupaten atau propinsi.

Untuk Contoh - Contoh RPP Revisi terbaru bisa bapak ibu guru unduh melalui link di bawah ini

RPP SD K13 Revisi 2017 dan 2018

Cara Mengetahui Email, Password dan Kode Registrasi Dapodik

Cara Mengetahui Email, Password dan KODE REGISTRASI Dapodik
Rekan-rekan Operator dapodik di manapun anda berada. Seperti yang telah kita ketahui bersama, tugas utama seorang operator Dapodik adalah mengerjakan Aplikasi Dapodik. Sebuah pekerjaan yang cukup berat karena menyangkut dengan kevalidan data sebuah lembaga pendidikan meliputi, Sekolah, Sarana dan prasarana, Guru dan Tenaga Kependidikan, Peserta didik, dan lain sebagainya. Bisa di katakan, DAPODIK merupakan Jantung dari sebuah sekolah.

Mengingat begitu pentingnnya Dapodik bagi sebuah lembaga, lantas bagaimana solusi jika Operator lupa Email dan Password dapodik atau lupa Kode Registrasi (KOREG) Dapodiknya? hal tersebut tentu akan memusingkan bagi Operator, Tanpa Email dan Password dapodik, operator tidak mungkin bisa mengerjakannnya. Untuk itu, Pada Artikel ini Admin akan memberikan solusi bagi rekan-rekan operator yang lupa Email, Password dan Koreg dapodik tanpa harus menghubungi Admin Dinas kabupaten. 

Berikut Panduan Untuk Mengetahui Email, Password dan KOREG Dapodik

1. Pastikan Laptop Rekan-rekan sudah terinstal Aplikasi dapodik sebelumnya
2. Buka Drive C kemudian ke Program File
3. Buka Folder Dapodik dan klik webserver

3. cari Folder Logs dan buka file dengan nama "access"

4. Setelah file (berupa notepad) di buka, gunakan menu pencarian di menu Edit - Find atau pada keyboard tekan "CTRL" + "F"

Masukkan kata kunci "Kode_Registrasi" dan klik Find

6. maka otomatis akan muncul Email, Password dan Kode Registrasi Dapodiknya.

Selain berupa artikel di atas, Tutorial mendapatkan Email, Password dan Kode Registrasi Dapodik, bisa rekan-rekan tonton melalui Video di bawah ini. Terimakasih Salam Satu Data

CEK SEKARANG! Calon Mahasiswa PPG Dalam Jabatan tahun 2019 TAHAP 2

Calon Peserta PPG dalam Jabatan Tahap 2 Tahun 2019
Sergur.id. Pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan tahun 2019 (PPG Daljab 2019) angkatan 1 pada tanggal 7 maret 2019 sudah memulai tahap workshop. Pelaksanaan angkatan kedua akan segera dimulai dan dijadwalkan tangal 31 maret 2019 hasil penempatan calon mahasiswa PPG daljab 2019 angkatan 2 dapat dilihat melalui Tautan Informasi disisi bawah laman ini


Bagi cadangan/calon mahasiswa silahkan melakukan konfirmasi kesediaan untuk ditetapkan sebagai mahasiswa PPG daljab 2019 angkatan 2. Konfirmasi kesediaan dilakukan melalui Tautan Informasi - Konfirmasi dan Registrasi disisi bawah laman ini atau klik di sini.

Pelaksanaan PPG dalam jabatan tahun 2019 akan dilaksanakan dalam beberapa angkatan, berikut jadwal pelaksanaan angkatan 2,
  1. Konfirmasi kesedian : 1-5 April 2019
  2. Penetapan peserta final : 8 April 2019
  3. Pelaksanaan PPG dalam jabatan :
  4. Daring : 8 April - 27 Juni 2019
  5. Lapor diri : 1-2 Juli 2019
  6. Orientasi : 3 Juli 2019
  7. Workshop : 4 - 25 Juli 2019
  8. PPL : 29 Juli - 16 Agustus 2019
  9. UKMPPG : 19 Agustus - 1 September 2019
  10. Akhir Program PPG : 2 September 2019
Bagi calon mahasiswa yang belum menjadi mahasiswa PPG angkatan 1 dan 2 masih menunggu jadwal penetapan peserta angkatan berikutnya dan akan diinformasikan melalui laman http://sergur.id/pub/index.php.

Konfirmasi Kesediaan

Calon mahasiswa PPG Dalam Jabatan yang telah ditetapkan, wajib melakukan konfirmasi kesediaan sebelum mengikuti PPG Dalam Jabatan. Tujuan konfirmasi kesediaan untuk memastikan bahwa seluruh mahasiswa PPG Dalam Jabatan memahami ketentuan yang berlaku selama mengikuti PPG Dalam Jabatan beserta sanksinya dan menyatakan kesanggupannya untuk mengikuti PPG Dalam Jabatan. Ketentuan tersebut juga berlaku bagi guru yang telah ditetapkan sebagai cadangan calon mahasiswa PPG.

Calon mahasiswa yang tidak melakukan konfirmasi sampai batas waktu yang ditentukan berakhir dianggap konfirmasi bahwa tidak bersedia dan dapat mengikuti penetapan peserta PPG Dalam Jabatan pada angkatan berikutnya, terutama jika peserta memiliki kondisi khusus seperti hamil/pasca melahirkan/sakit parah. Bagi cadangan calon mahasiswa PPG yang melakukan konfirmasi bersedia maka akan memiliki kesempatan untuk menggantikan kuota yang tidak diisi oleh calon.

Jika berniat untuk konfirmasi bahwa bersedia mengikuti PPG daljab 2019, sebelum konfirmasi sebaiknya dipersiapkan Nomor Induk Mahasiswa ketika menempuh jenjang pendidikan S1 dan nama perguruan tinggi sesuai yang tertulis di ijazah S1.

Proses konfirmasi kesediaan terdiri dari 3 tahap :

1. Login ke laman konfirmasi kesediaan
Silahkan mengakses tautan berikut untuk Konfirmasi Kesediaan - https://daftar.sergur.id/
Login dengan mengisikan nomor peserta UKG dan password (kata sandi) sesuai kata sandi akun di simpkb. Laman ini akan dibuka mulai tanggal 1 - 5 April 2019.

2. Konfirmasi kesediaan mengikuti PPG daljab 2019
Peserta wajib melakukan konfirmasi persetujuan untuk setiap poin pakta integritas. Jika tidak bersedia proses konfirmasi selesai. Bagi yang bersedia harap dipersiapakan ijasah/transkrip nilai untuk mengisi kolom nama perguruan tinggi dan NIM/NPM.

3. Konfirmasi Catak Berkas
Konfirmasi cetak berkas Paktaintegritas dan format A1 dapat dilakukan sesudah ditetapkan menjadi peserta PPG daljab tahun 2019 angkatan 2, yaitu sesudah 5 Maret 2019.

Solusi dan Cara mengatasi siswa ganda di Dapodik

solusi dan cara mengatasi siswa ganda di aplikasi dapodik
Menindaklanjuti Surat Edaran Direktur Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah Nomor 0993/D/PR/2018 tentang Kualitas Data Pokok Pendidikan Dasar dan Menengah serta informasi pada berita “Verifikasi Data Dapodik Semester 1 Tahun Ajaran 2018/2019 dalam rangka Persiapan Cut-Off BOS Tahun 2019” yang diunggah pada tanggal 3 Januari 2019, agar Dinas Pendidikan/Kab/Kota/Provinsi dan LPMP segara melakukan verifikasi dapodik pada sekolah-sekolah binaannya sesuai dengan kewenangannya. Kami menyampaikan apresiasi kepada semua pihak atas kerjasama yang baik ini.
Salah satu masalah untuk segera dilakukan diverifikasi adalah adanya data peserta didik berganda, yaitu satu peserta didik tercatat lebih dari satu dalam sekolah yg sama atau sekolah yg berbeda serta satu peserta didik tercatat lebih dari satu rombel dalam satu sekolah. Sehubungan dengan masalah tersebut, maka mohon untuk memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Detail data sekolah yang terindikasi memiliki peserta didik ganda telah dikirimkan kepada Dinas Pendidikan/Kab/Kota/Provinsi untuk dilakukan verifikasi (data dikirimkan melalui email Dinas). Daftar sekolah tersebut dapat diunduh pada lampiran berita ini.
2. Teknis perbaikan data peserta didik ganda dilakukan oleh sekolah melalui Aplikasi Dapodikdasmen, dan petunjuk tata cara perbaikan data ganda ini akan diunggah pada menu troubleshoot pada tautan berikut,
dapat pula diunduh pada lampiran berita ini.
3. Tim Manajemen Dapodikdasmen telah melakukan proses pembersihan/cleansing dengan mengeluarkan data peserta didik yang terindikasi ganda dari anggota rombel. Sekolah yang terkena aksi penghapusan data peserta didik ini akan mendapatkan pemberitahuan melalui SMS Broadcast.
4. Perbaikan data peserta didik ganda pada Dapodik oleh sekolah harus sudah dilakukan sebelum cut off BOS Tanggal 31 Januari 2019.
Demikian informasi yang kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama Bapak/Ibu kami ucapkan terima kasih.

Berikut Cara menghapus Siswa Ganda di Aplikasi Dapodik

Ketentuan perbaikan :
  • Data siswa berganda adalah siswa tersebut terdaftar lebih dari 1 kali dalam 1 sekolah yang sama atau sekolah yang berbeda.
  • Penyebab siswa berganda tersebut akibat dari penggunaan prefill lama yang sudah pernah terpakai (re-use prefill) atau siswa mutasi namun sekolah asal belum mengeluarkan data siswa tersebut.
  • Registrasi hanya dapat dilakukan pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.
  • Perbaikan data dapat dilakukan pada pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019 dan Versi 2019.b


1. Lakukan install ulang pada Aplikasi Dapodikdasmen. Diawali dengan proses uninstall Aplikasi Dapodikdasmen yang sudah terpasang.


1
Gambar proses uninstall 1


2

Gambar proses uninstall 2

2. Lakukan Generate Prefill baru pada laman http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id/unduhan (tab prefill). Pilih salah satu tautan generate prefill yang telah disediakan.


3

Gambar proses Generate dan Unduh Prefill


3. Install Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2019.
4
Gambar proses Installasi Aplikasi Dapodikdasmen

4. Registrasi secara offline dengan menggunakan prefill baru tersebut.

5
Gambar Laman Registrasi Aplikasi Dapodikdasmen

5. Periksa data siswa yang belum masuk rombel karena telah dilakukan pembersihan/penghapusan anggota_rombel di server pusat.

6
Gambar Peserta didik tanpa Rombel

6. Petakan (mapping) kembali ke dalam rombongan belajar jika siswa tersebut masih aktif di sekolah anda.


7
Gambar Mapping Anggota Rombel

7. Keluarkan peserta didik jika peserta didik tersebut tidak terdaftar di sekolah anda (Mutasi/berganda)

Gambar Registrasi Peserta Didik

8. Lakukan sinkronisasi dengan langkah sebagai berikut:

             > Pastikan terkoneksi internet dan lakukan sinkronisasi
9
Gambar status koneksi internet

             > Update versi sinkronisasi
Gambar update versi sinkronisasi

              > Klik tombol reload pada menu sinkronisasi
Gambar tombol reload

              > Lakukan sinkronisasi
Gambar proses sinkronisasi

9. Cek kembali hasil sinkronisasi di laman: http://data.dikdasmen.kemdikbud.go.id.

Gambar Manajemen Sekolah

LAMPIRAN:

JUKNIS BOS Tahun 2018 Jenjang SD, SMP dan SMA/SMK

JUKNIS BOS Tahun 2018 Jenjang SD, SMP dan SMA/SMK
Dapodik Bangkalan - Untuk meningkatkan akses dan mutu pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, perlu mendorong pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat melalui pengalokasian dana bantuan operasional sekolah. Agar pengalokasian dana bantuan operasional sekolah sebagaimana dimaksud dalam  PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR  18 TAHUN 2018 sesuai dengan tujuan dan sasaran perlu petunjuk teknis; 

bahwa Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis
Bantuan Operasional Sekolah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 26 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah masih terdapat kekurangan dan tidak sesuai dengan kebutuhan hukum masyarakat, sehingga perlu diganti.

Pada Juknis BOS ( Bantuan Operasional Sekolah ) Tahun 2018 merupakan pedoman bagi pemerintah daerah provinsi/kabupaten/kota dan satuan pendidikan dalam penggunaan dan pertanggungjawaban keuangan BOS.

Tujuan BOS Tahun 2018 adalah sebagai berikut:
1. SD/SDLB/SMP/SMPLB untuk:
a. membantu penyediaan pendanaan biaya operasi non personil sekolah, akan tetapi masih ada beberapa pembiayaan personil yang masih dapat dibayarkan dari dana BOS;
b. membebaskan pungutan biaya operasi sekolah bagi peserta didik SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh Pemerintah Pusat atau pemerintah daerah;
c. meringankan beban biaya operasi sekolah bagi peserta didik
SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh masyarakat; dan/atau
d. membebaskan pungutan peserta didik yang orangtua/walinya tidak mampu pada SD/SDLB/SMP/SMPLB yang diselenggarakan oleh masyarakat.

Satuan Biaya BOS Tahun 2018 Jenjang SD, SMP dan SMA/SMK

BOS yang diterima oleh SD/SDLB/SMP/SMPLB, SMA/SMALB/SMK, dan SLB  dihitung berdasarkan jumlah peserta didik pada sekolah yang bersangkutan, dengan besar satuan biaya sebagai berikut:
  1. SD sebesar Rp. 800.000,00 (delapan ratus ribu rupiah) per 1 (satu) peserta didik per 1 (satu) tahun; 
  2. SMP sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) per 1 (satu) peserta didik per 1 (satu) tahun; 
  3. SMA dan SMK sebesar Rp. 1.400.000,00 (satu juta empat ratus ribu rupiah)  per 1 (satu) peserta didik per 1 (satu) tahun; 
  4. SDLB/SMPLB/SMALB/SLB sebesar Rp. 2.000.000,00 (dua jutarupiah) per 1 (satu peserta didik per 1 (satu) tahun.

Waktu Penyaluran
Penyaluran BOS dilakukan setiap triwulan, yaitu Januari-Maret, April-Juni,
Juli-September, dan Oktober-Desember.
Bagi wilayah yang secara geografis sangat sulit dijangkau sehingga proses pengambilan BOS mengalami hambatan atau memerlukan biaya pengambilan yang mahal, maka atas usulan pemerintah daerah dan persetujuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk penyaluran BOS dilakukan setiap semester, yaitu Januari-Juni dan Juli-Desember.

Download JUKNIS BOS Tahun 2018 Untuk Jenjang SD, SMP dan SMA/SMK (Direct Link)


Download dan Instal PATCH dapodik 2018.b Terbaru (Updater Patch 1.0)

Download dan Instal PATCH dapodik 2018.b Terbaru (Updater Patch 1.0)
Pada tanggal 30 Januari 2018 telah dirilis Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b, dimana dilakukan pembaruan di beberapa fitur dan perbaikan dari versi sebelumnya. Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b telah melalui serangkaian pengujian sebelum dirilis, namun demikian setelah dirilis dan digunakan pada saat ini dilaporkan temuan beberapa bugs pada aplikasi, kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.

Menindaklanjuti adanya laporan-laporan tersebut, tim pengembang telah melakukan perbaikan bugs pada aplikasi dan saat ini dirilis dalam bentuk aplikasi PATCH 1.0 untuk Aplikasi Dapodikdasmen 2018.b. Kami sangat meng-apresiasi peran aktif dari para Operator Dapodik yang telah melaporkan temuan-temuannya, dimana laporan ini sangat berharga dan dibutuhkan oleh tim pengembang dalam melakukan pembenahan Aplikasi Dapodikdasmen.

Adapun pembaruan dan perbaikan yang dilakukan pada Patch 1.0 adalah sebagai berikut:


[Pembaruan] Panambahan tampilan info jumlah agregat pada beranda
[Perbaikan] Perbaikan security aplikasi
[Perbaikan] Perbaikan bugs ketika menambah prasarana
[Perbaikan] Perbaikan bugs ketika ubah rombongan belajar
[Perbaikan] Perbaikan pengisian kelompok mata pelajaran Wajib (Tambahan)

Link Alternatif Updater Aplikasi Dapodik versi 2018.b 1.0


Cara Instal Patch dapodik 2018.b 1.0

Bagi sekolah yang telah menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b dapat melakukan pembaruan Patch 1.0 secara manual, langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Unduh file PATCH 1.0 pada menu unduhan laman dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id
  2. Lakukan installasi sampai dengan selesai.
  3. Lakukan refresh (Ctrl + F5).
2. Pembaruan Online
Bagi sekolah yang telah menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b juga dapat melakukan pembaruan Patch 1.0  secara ONLINE, langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Pastikan komputer terkoneksi internet.
  2. Silahkan login pada Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.b
  3. Masuk pada menu Pengaturan, Cek Pembaruan Aplikasi, klik pada tombol “Cek Pembaruan”.
  4. Maka ditampilkan keterangan bahwa Pembaruan Tersedia. Pembaruan Tersedia (Patch 1.0) Apakah Anda ingin melanjutkan? Pastikan tidak menutup jendela browser sebelum proses pembaruan selesai!
  5. Klik tombol “Lanjutkan”, maka sistem akan melakukan update pembaruan.
  6. Setelah proses selesai, klik tombol “Muat ulang halaman sekarang”.
  7. Jika diperlukan, lakukan refresh (Ctrl + F5).
3. Bagi yang masih menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018.a
Bagi sekolah yang masih menggunakan Aplikasi Dapodikdasmen Versi 2018.a, maka lakukan langkah-langkah sebagai berikut:
  1. Uninstall Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018.a, kemudian install Aplikasi Dapodikdasmen versi 2018.b
  2. Setelah berhasil melakukan pembaharuan ke Apikasi Dapodikdasmen 2018.b, lanjutkan dengan melakukan installasi PATCH 1.0 (dapat menggunakan cara manual atau update on line sebagaimana penjelasan pada poin no.1 dan no.2 diatas).
  3. Lakukan proses registrasi dengan mengikuti petunjuk penggunaan Aplikasi Dapodikdasmen 2018.b.

Tanda aplikasi yang telah berhasil diperbaharui adalah sebagai berikut
PERHATIAN:
  • Pada saat registrasi offline pada Aplikasi Dapodikdasmen DILARANG MENGGUNAKAN PREFILL LAMA. Gunakan prefill dengan MENGUNDUH PREFILL BARU setiap akan melakukan registrasi.
  • Prioritas penggunaan titik koordinat alamat adalah untuk peserta didik tingkat kelas 6 dan kelas 9, mengingat akses penggunaan titik koordinat hanya dibatasi 25.000 akses pencarian per hari.
  • Jika ada pesan error, penentuan titik koordinat tetap dapat dilakukan dengan menggeser posisi map (tidak melalui pencarian)

    PPG

    Rapor

    SOAL-SOAL