Dapodik Bangkalan

Dapodik

Video

Kemendikbud : Sekolah di Zona Kuning Segera Dibuka


Kemendikbud : Sekolah di Zona Kuning Segera Dibuka


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) sedang melakukan proses evaluasi dan penyusunan kebijakan terkait kebijakan pembukaan sekolah di luar zona hijau bersama dengan sejumlah kementerian.



Berita tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na'im saat konferensi video Evaluasi Implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

“Kemendikbud paham betul aspirasi masyarakat agar sekolah dibuka, namun yang masih menjadi prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik”, jelasnya.

Meskipun demikian, Ainun menegaskan bahwa Kemendikbud tetap harus menjaga agar proses belajar tidak boleh berhenti.

"Jadi memang kita tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Namun kita juga harus menjaga proses belajar ini tidak boleh berhenti,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Kemendikbud saat ini sedang melakukan proses evaluasi dan penyusunan kebijakan perihal sekolah yang berada pada zona non-hijau, pada khususnya zona kuning, bisa melakukan pembelajaran tatap muka tetapi tetap dengan memenuhi kriteria lebih ketat.

“Sehingga memang kita sedang mengevaluasi bagaimana supaya yang non-hijau, khususnya kuning saja ya, bisa tetap melakukan pembelajaran tatap muka," jelas Ainun.

Pembukaan Sekolah Di Zona Kuning Akan Melalui Prosedur Yang Lebih Ketat.


"Misal jumlah anak lebih sedikit, kemudian pertemuan juga diatur sedemikian rupa, sehingga risikonya diperkecil. Itu sedang dianalisis dulu," terangnya.

Penjelasan lebih lanjut, Kemendikbud juga akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai macam pihak agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung, dengan tetap mengedepankan prosedur kesehatan, termasuk memastikan keberlangsungan pembelajaran.

Rencana untuk membuka sekolah di luar zona hijau sebelumnya disampaikan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo setelah selesai rapat dengan Presiden Jokowi, Senin (2020/7/27), seperti yang kami kutip dari Kompas.com.

Doni menyebutkan bahwa pemerintah akan segera memberikan izin penyelenggaraan sekolah tatap muka di luar zona hijau, yang artinya zona kuning nantinya bisa membuka pembelajaran tatap muka, tetapi tetap dengan mengedepankan protocol Kesehatan Covid-19.

Proses Belajar Jarak Jauh yang diterapkan pada saat ini memang efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Tetapi, di sisi lain, banyak siswa di daerah yang kesulitan dalam belajar jarak jauh karena sulitnya akses internet.

Meskipun demikian, Doni menegaskan bahwa sekolah tatap muka di luar zona hijau harus digelar secara terbatas. Nantinya, jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas dibatasi dan durasi belajar di kelas juga akan dipersingkat.

Sebagian artikel ini pernah tayang di kompas dengan judul Kemendikbud Segera Putuskan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Barang yang Wajib Dibawa Saat Pelaksanaan SKB CPNS 2019


Barang yang Wajib Dibawa Saat Pelaksanaan SKB CPNS 2019

Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB ) akan diadakan pada 1 September sampai 12 Oktober 2020.

Menurut jadwal yang ada di edaran resmi, saat ini masuk pada tahap pengumuman dan pendaftaran ulang.
Barang yang Wajib Dibawa Saat Pelaksanaan SKB CPNS 2019

Pendaftaran ulang akan berlangsung mulai 1 Agustus sampai 7 Agustus 2020. Penjadwalan SKB akan dimulai pada 10-14 Agustus 2020. Kemudian pengumuman jadwal pelaksanaan SKB dilaksanakan pada 18 Agustus. Hasil seleksi direncanakan akan diumumkan pada 20 Oktober 2020 dan usul penetapan NIP pada 1-30 November 2020.

Apabila berdasarkan jadwal, peserta perlu melakukan daftar ulang melalui web sscn menggunakan akun masing-masing.

Setelah menyelesaikan daftar ulang, peserta wajib mencetak kartu peserta ujian kemudian dibawa pada saat pelaksanaan tes SKB.

Adapun jadwal pencetakan Kartu Tanda Peserta Ujian SKB akan dimulai tanggal 8 Agustus 2020.

Berdasarkan Surat Pengumuman SKB dengan Nomor: 14/PANPEL.BKN/CPNS/VII/2020 tentang Pendaftaran Ulang Peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil Formasi Tahun 2019 Badan Kepegawaian Negara Tahun Anggaran 2020.

  1. Disebutkan bahwa peserta wajib isolasi mandiri mulai 14 hari sebelum pelaksanaan tes.
  2. Peserta dan pengantartidak diperbolehkan membawa dan memarkir kendaraan roda dua ataupun roda empat di dalam lingkungan ujian.
  3. Pengantar peserta juga dilarang masuk dan menunggu di dalam area seleksi untuk menghindari kerumunan. Nantinya akan ada drop zone atau daerah untukmenurunkan penumpang.
  4. Peserta SKB wajib hadir di lokasi tes paling lambat 60 menit atau satu jam sebelum pelaksanaan tes dimulai.
  5. Peserta tidak diperkenankan mampir ke tempat lain selain tempat tes.
  6. Saat di tempat tes, peserta wajib menjaga jarak dengan peserta lain minimal 1 meter.
  7. Peserta duduk di tempat yang sudah ditentukan.
  8. Nantinya akan disediakan tempat penitipan barang untuk menitipkan tas, alat elektronik, handphone, maupun benda lainnya yang tidak boleh dibawa masuk ke tempat tes.
  9. Peserta juga wajib menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir dan/atau menggunakan hand sanitizer.
  10. Di tempat tes akan ada pengukuran suhu badan. Apabila ada peserta yang suhu badannya lebih dari atau sama dengan 37 derajat Celcius maka Peserta tersebut tidak dapat mengikuti tes. Tetapi peserta diberi kesempatan mengikuti tes pada sesi cadangan, yaitu satu hari setelah jadwal akhir seleksi.

Yang Perlu Disiapkan Peserta Jelang SKB CPNS 2019

Berikut ini merupakan barang-barang yang perlu dibawa peserta SKB saat tes:
  1. Masker
  2. KTP
  3. Kartu Tanda Peserta Ujian SKB
  4. Pensil kayu
  5. Atasan putih bawahan gelap

Larangan Bagi Peserta SKB CPNS 2019

  1. Peserta tidak diperkenankan mengenakan kaos, celana berbahan jeans, dan sandal.
  2. Membawa buku, catatan, jam tangan, perhiasan, kalkulator, dan peralatan elektronik seperti laptop, tablet, flashdisk, telepon genggam (handphone) atau alat komunikasi lainnya dan kamera dalam bentuk apapun.
  3. Membawa makanan dan minuman ke dalam ruangan tes.
  4. Membawa senjata api/tajam atau sejenisnya.
  5. Bertanya/berbicara dengan sesama peserta tes.
  6. Menerima/memberikan sesuatu dari/kepada peserta lain tanpa seizin panitia selama tes berlangsung.
  7. Merokok dalam ruangan.
  8. Keluar ruangan tes, kecuali memperoleh izin dari panitia.

Sanksi Apabila Peserta SKB Melanggar Ketentuan :

  1. Peserta yang terlambat pada saat dimulainya tes tidak diperkenankan masuk untuk mengikuti tes dan dianggap GUGUR.
  2. Peserta dengan hasil pengukuran suhu lebih dari atau sama dengan 37,3°C yang tidak dapat mengikuti tes dan diberikan kesempatan untuk mengikuti tes pada sesi cadangan, namun tidak mengikuti tes pada sesi cadangan, maka peserta tersebut dianggap GUGUR.
  3. Peserta yang melanggar ketentuan dianggap GUGUR dan dikeluarkan dari ruangan tes, namanya dicoret dari daftar hadir serta dinyatakan TIDAK LULUS.


Semoga Bermanfaat


sebagian yang ada dalam artikel ini pernah tayang di kompas.com dengan judul berita Seputar SKB CPNS : Barang yang wajib dan dilarang dibawa saat SKB

Mengatasi Tombol Sinkronisasi Hilang di Dapodik 2021

Mengatasi Tombol Sinkronisasi Hilang di Dapodik 2021 | Mengatasi Tombol Sinkronisasi Berubah Menjadi Tarik Data.

Pada Aplikasi Dapodik versi 2021, terdapat penambahan pilihan proses pengiriman data. Selain metode sinkronisasi juga terdapat metode tarik data.


Banyak teman-teman operator mengalami kendala saat akan melakukan sinkronisasi tetapi tombol sinkron tidak muncul, malah yang muncul adalah tombol Tarik data.

Perbedaan Tarik data dan sinkronisasi aplikasi dapodik 2021 adalah:

Tarik data Aplikasi Dapodik 2021

Proses pengiriman data satu arah dimana hanya akan menurunkan data yang mengalami perubahan yang terdapat di server saja. Proses ini tidak akan mengirimkan data yang mengalami perubahan di lokal (Aplikasi Dapodik) ke server. Data invalid yang terdapat di validasi lokal tidak akan berpengaruh terhadap proses tarik data ini.

Sinkronisasi Aplikasi Dapodik 2021

Proses pengiriman data dua arah yang akan menurunkan data yang mengalami perubahan di server dan akan mengirimkan data yang mengalami perubahan di lokal ke server. Jika ada data yang invalid saat validasi lokal, proses sinkronisasi tidak dapat dilanjutkan.

Cara Tarik data Aplikasi Dapodik 2021

Untuk melakukan tarik data, pastikan peran pengguna yang dipilih ada kepala sekolah. Jika ditemukan ada data yang invalid dan warning, sistem akan otomatis mendeteksi proses tarik data. Klik tombol Ya untuk melanjutkan.

Selanjutnya akan tampil laman tarik data. Klik tombol Tarik Data untuk melanjutkan proses ini. Jika sukses, akan tampil progres tarik data ini di atas jendela dengan keterangan tombol Sedang Proses.

Jika proses tarik data sudah selesai, akan tampil waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses tarik data tersebut. Contoh tampilannya sebagai berikut di bawah. Setelah itu akan tampil tabel data yang mengalami perubahan dari server ke lokal (Aplikasi Dapodik).

Cara Merubah Tombol Tarik Data Menjadi Sinkronisasi di Aplikasi Dapodik 2021

Dari pengalaman beberapa teman-teman operator yang mengalami tombol sinkronisasi dapodik 2021 berubah menjadi Tarik data bisa melakukan beberapa Langkah berikut : 
  1. Hilangkan Semua Invalid pada setiap tab di aplikasi dapodik 2021. 
  2. Salin data Guru dan Tenaga Pendidik beserta Penugasannya. 
  3. Usahakan jangan membuat kelas X terlebih dahulu. 
  4. Kemudian yang paling penting adalah mengisi data periodik semua ruangan di tab SarPras

Langkah ke 4 di atas adalah cara yang paling ampug dalam merubah tombol Tarik data yang bandel menjadi Sinkronisasi di aplikasi dapodik 2021.

BACA JUGA : 



Semoga bermanfaat :) 

Cara Mudah Mengatasi Gagal Login Akun PTK, Muncul Peringatan “Username dan Password Tidak Cocok”


Cara Mudah Mengatasi Gagal Login Akun PTK, Muncul Peringatan “Username dan Password Tidak Cocok”


Gagal Login Akun PTK Dapodik 2021 – Update Aplikasi Dapodik 2021 masih memberikan banyak pekerjaan rumah baik bagi Operator maupun PTK. Hal ini mengingat beberapa perubahan yang terjadi di Aplikasi Dapodik Versi 2021, utamanya dalam hal Verifikasi Akun PTK.

gagal login akun ptk

Semua akun yang terdata di aplikasi dapodik 2021 diwajibkan untuk diverifikasi melalui e-mail. Pada kenyataanya masih banyak ditemukan gagal login akun PTK. Hal ini ditandai dengan munculnya peringatan "Gagal melakukan proses autentikasi, username dan password yang anda masukan tidak cocok".

Pada kesempatan ini kami akan berbagi info ringan mengenai cara mudah mengatasi gagal login akun ptk di saat akan melakukan verifikasi.

Perlu diketahui bahwasannya ada tiga laman baru yang digunakan dalam menopang Aplikasi dapodik 2021, diantarnya: 

  1. https://sp.datadik.kemdikbud.go.id digunakan untuk verifikasi akun Operator Sekolah
  2. https://ptk.datadik.kemdikbud.go.id digunakan untuk verifikasi akun PTK
  3. https://datadik.kemdikbud.go.id digunakan untuk verifikasi akun Dinas Pendidikan


Apabila ada Guru atau Tendik saat akan memverifikasi akunnya kemudian muncul pesan username dan password tidak cocok, silahkan menghubungi Operator Dapodik sekolah agar diupdate akun PTK yang bermasalah.

Berikut adalah langkah-langkah mengupdate data PTK:

  1. Buka browsernya dan kunjungi laman https://sp.datadik.kemdikbud.go.id sebagai Operator Sekolah
  2. Apabila login berhasil, silahkan klik menu Akun, klik Daftar Akun, kemudian pilih Jenis Akun PTK dan klik tombol Tampilkan
  3. Akan keluar seluruh daftar PTK, baik Guru dan Tendik
  4. Silahkan cari PTK yang akan di update datanya kemudian klik tanda Pensil di sebelah kanan identitas PTK.
  5. Silahkan Update akun PTK tersebut dengan cara masukan alamat email aktif beserta password yang baru
  6. Biasanya perubahan memerlukan waktu 5 menit setelah di update, tetapi apabila masih tidak bisa, silahkan tunggu 1x24 jam kemudian cobalah untuk login kembali.
  7. Selesai, Anda sudah bisa masuk Kembali ke akunnya untuk memverifikasi
BACA JUGA : 


Semoga Bermanfaat 😊

Cara Merubah Tombol Tarik Data Menjadi Sinkronisasi di Aplikasi Dapodik 2021


Cara Merubah Tombol Tarik Data Menjadi Sinkronisasi di Aplikasi Dapodik 2021 | Mengatasi Tombol Sinkronisasi Berubah Menjadi Tarik Data.

Cara Merubah Tombol Tarik Data Menjadi Sinkronisasi di Aplikasi Dapodik 2021 - Pada Aplikasi Dapodik versi 2021, terdapat penambahan pilihan proses pengiriman data. Selain metode sinkronisasi juga terdapat metode tarik data.


Banyak teman-teman operator mengalami kendala saat akan melakukan sinkronisasi tetapi tombol sinkron tidak muncul, malah yang muncul adalah tombol Tarik data.

Perbedaan Tarik data dan sinkronisasi aplikasi dapodik 2021 adalah:

Tarik data Aplikasi Dapodik 2021

Proses pengiriman data satu arah dimana hanya akan menurunkan data yang mengalami perubahan yang terdapat di server saja. Proses ini tidak akan mengirimkan data yang mengalami perubahan di lokal (Aplikasi Dapodik) ke server. Data invalid yang terdapat di validasi lokal tidak akan berpengaruh terhadap proses tarik data ini.

Sinkronisasi Aplikasi Dapodik 2021

Proses pengiriman data dua arah yang akan menurunkan data yang mengalami perubahan di server dan akan mengirimkan data yang mengalami perubahan di lokal ke server. Jika ada data yang invalid saat validasi lokal, proses sinkronisasi tidak dapat dilanjutkan.

Cara Tarik data Aplikasi Dapodik 2021

Untuk melakukan tarik data, pastikan peran pengguna yang dipilih ada kepala sekolah. Jika ditemukan ada data yang invalid dan warning, sistem akan otomatis mendeteksi proses tarik data. Klik tombol Ya untuk melanjutkan.

Selanjutnya akan tampil laman tarik data. Klik tombol Tarik Data untuk melanjutkan proses ini. Jika sukses, akan tampil progres tarik data ini di atas jendela dengan keterangan tombol Sedang Proses.

Jika proses tarik data sudah selesai, akan tampil waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses tarik data tersebut. Contoh tampilannya sebagai berikut di bawah. Setelah itu akan tampil tabel data yang mengalami perubahan dari server ke lokal (Aplikasi Dapodik).

Cara Merubah Tombol Tarik Data Menjadi Sinkronisasi di Aplikasi Dapodik 2021

Dari pengalaman beberapa teman-teman operator yang mengalami tombol sinkronisasi dapodik 2021 berubah menjadi Tarik data bisa melakukan beberapa Langkah berikut : 
  1. Hilangkan Semua Invalid pada setiap tab di aplikasi dapodik 2021. 
  2. Salin data Guru dan Tenaga Pendidik beserta Penugasannya. 
  3. Usahakan jangan membuat kelas X terlebih dahulu. 
  4. Kemudian yang paling penting adalah mengisi data periodik semua ruangan di tab SarPras

Langkah ke 4 di atas adalah cara yang paling ampug dalam merubah tombol Tarik data yang bandel menjadi Sinkronisasi di aplikasi dapodik 2021.

BACA JUGA : 



Semoga bermanfaat :) 

Cara Verifikasi Akun PTK Dapodik 2021 Dilengkapi Dengan Gambar

Cara Verifikasi Akun PTK Dapodik 2021


Cara Verifikasi Akun PTK Dapodik 2021 – Proses Cleanshing atau penghapusan akun di aplikasi Dapodik Versi 2021 tidak hanya ditujukan pada akun Operator Dapodik, melainkan juga menyasar akun Kepala Sekolah , Guru dan Tendik (Tenaga Pendidik).

Cara Verifikasi Akun PTK Dapodik 2021

Proses cleanshing bertujuan untuk menghapus alamat email yang tidak aktif ataupun ganda pada data PTK. Oleh karena itu, semua PTK wajib melakukan verifikasi akunnya.

Resikonya yang paling dasar apabila PTK tidak melakukan verifikasi adalah PTK tersebut tidak akan bisa memantau perkembangan InfoGTK-nya.

Untuk mengetahui akun PTK yang belum terverifikasi di Aplikasi Dapodik 2021 adalah dengan memperhatikan ikon yang ada di sebelah kiri nama PTK. Disitu terdapat indikator gambar bertanda silang, apabila kursor diarahkan ke gambar tersebut, akan muncul notifikasi (Akun Belum Verifikasi).

Untuk melakukan verifikasi akun, harap dipastikan terlebih dahulu bahwa email PTK tersebut dalam keadaan aktif (bisa digunakan untuk mengirim ataupun menerima e-mail) karena nantinya pengiriman kode verifikasi akun akan dikirimkan melalui email.


Cara Verifikasi Akun Dapodik 2021

A. Operator memvalidasi e-mail dan password PTK

1. Kunjungi laman https://sp.datadik.kemdikbud.go.id/ (usahakan menggunakan google chrome ) akan muncul halaman seperti gambar:

login sp.datadik.kemdikbud.go.id

2. Klik pada tombol Login Menggunakan SSO kemudian akan diarahkan ke halaman login

halaman sso dapodik

3. Masukan alamat email dan password akun Operator Dapodik kemudian klik tombol Masuk.

4. Apanila berhasil login, silahkan masuk ke menu Akun.

5. Klik pada Daftar Akun dan pilih jenis Akun PTK, kemudian klik Tampilkan.

daftar akun ptk

6. Akan ditampilkan seluruh data PTK, baik Guru maupun Tendik.

daftar semua ptk

7. Klik ikon Pensil pada salah satu PTK yang akan di verifikasi, kemudian akan muncul halaman konfirmasi seperti gambar :

update email dan password ptk

8. Usahakan alamat email yang tertera di halaman tersebut dalam kondisi aktif atau bisa digunakan. Apabila alamat email tersebut sudah tidak aktif / tidak bisa dibuka, bisa diganti dengan alamat email aktif yang lain. Kemudian masukan Password dan klik Update.

B. PTK memvalidasi e-mail dan memverifikasi akun masing-masing

1. Untuk Verifikasi Akun PTK, kunjungi laman https://ptk.datadik.kemdikbud.go.id

2. Klik Login Login Menggunakan SSO dan akan keluar halam login seperti gambar :

halaman sso dapodik

3. Masukan alamat Email dan Password PTK yang sudah didaftarkan oleh operator dapodik, kemudian klik tombol Masuk.

4. Apabila Login berhasil menggunakan Akun PTK tersebut, klik menu Biodata.

5. Di bagian Identitas, klik tombol Akun.

menu akun ptk


6. Akan ditampilkan identitas PTK yang bersangkutan

verifikasi akun ptk

7. Pada gambar diatas, ditampilkan alamat email PTK aktif, klik tombol Lanjutkan maka akan keluar isian data Kode Verifikasi.

kode verifikasi akun ptk

8. Cek Inbox pada email aktif tersebut, nanti akan ada kode verifikasi email yang masuk. Kemudian masukan Kode Verifikasi tersebut.

kode verifikasi akun ptk

9. Klik tombol Simpan.

10. Setelah berhasil di Simpan, silahkan logout dan login kembali dan pastikan Status Verifikasi berubah menjadi "Aktif".

11. Selamat, akun anda sudah diverifikasi

BACA JUGA : 

Semoga Bermanfaat 😊

Cara Menaikan Kelas Peserta Didik di Aplikasi Dapodik Versi 2021

Cara Menaikan Kelas Peserta Didik di Aplikasi Dapodik Versi 2021

Menaikkan kelas bagi Peserta Didik ke kelas atau tingkat yang lebih tinggi merupakan pekerjaan yang rutin dilakukan oleh Operator Dapodik sebelum melakukan proses tarik data Peserta Didik baru.

Cara Menaikan Kelas Peserta Didik di Aplikasi Dapodik Versi 2021

Saya sebagai operator dapodik lebih mengutamakan proses kenaikan kelas terlebih dahulu daripada mengerjakan proses tarik data Peserta Didik baru.

Hal tersebut dilakukan untuk memudahkan untuk pengelolaan peserta didik pada tiap rombongan belajar di Aplikasi Dapodik.

Di Aplikasi Dapodik Versi 2021, proses kelulusan Peserta Didik di tingkat akhir dilakukan secara otomatis. Jadi Operator Dapodik tidak perlu repot-repot meluluskan Peserta Didik.

Karena hal tersebut, terdapat kekosongan data rombongan belajar atau kelas pada tingkat akhir.  Kemudian dilakukanlah kenaikan kelas bagi untuk rombongan belajar yang tersisa.

Tidak seperti proses kelulusan, proses kenaikan kelas dilakukan secara manual. hal ini sebenarnya untuk menyesuaikan dengan keadaan di Satuan Pendidikan. Contohnya apabila ada Peserta Didik yang dinyatakan tidak naik kelas karena suatu hal ataupun bisa disesuaikan.

Operator sekolah bisa melakukan proses kenaikan kelas apabila berhasil meregistrasi Aplikasi Dapodik Versi 2021.

Silahkan simak video Cara Instal dan Registrasi Aplikasi Dapodik Versi 2021.


Cara Menaikan Kelas Peserta Didik di Aplikasi Dapodik Versi 2021

  1. Buka dan login di Aplikasi Dapodik Versi 2021.
  2. Apabila Dapodik baru di instal, maka data Peserta Didik akan kosong, untuk mengatasinya silahkan Klik menu Peserta Didik, kemudian klik Salin Data Periodik dan klik tombol Ya. Maka Secara tomatis data Peserta Didik akan muncul.
  3. Langkah selanjutnya adalah klik menu Rombongan Belajar kemudian klik Reguler.
  4. Kemudian klik tombol Menu Aksi dan klik Kenaikan Kelas
  5. Kemudian pilih salah satu Rombongan Belajar dari data di semester genap tahun pelajaran 2019/2020
  6. Setelah memilih salah satu Rombel, Klik Simpan dan Tutup
  7. Maka otomatis data Rombel / kelas tersebut akan muncul di tabel kelas.
  8. Ulangi langkah pada nomor 4 diatas untuk kelas berikutnya
  9. Selesai
BACA JUGA : 


semoga bermanfaat dan terima kasih.

Cara Mengatasi Data Guru dan Tendik Hilang di Aplikasi Dapodik 2021| Data Guru dan Tendik 0

Cara Mengatasi Data Guru dan Tendik Hilang | Data Guru dan Tendik 0 di Aplikasi Dapodik 2021


Setelah Melakukan Install Aplikasi Dapodik 2021 langkah selanjutnya adalah Registrasi Dapodik 2021.
Cara Mengatasi Data Guru dan Tendik Hilang

Registrasi Aplikasi Dapodik versi terbaru tersebut bisa dilakukan dengan dua cara, yaitu : Registrasi Offline Dapodik dengan mendownload prefill dapodik kemudian meregistrasinya atau registrasi online dapodik dengan hanya mengisi form username, kode registrasi dan password pengguna.

Setelah Registrasi Dapodik 2021 berhasil, muncul permasalahan yang dihadapi oleh teman-teman operator, yaitu hilangnya data guru dan tendik atau jumlah guru dan tendik tidak terbaca alias 0.

Sebenarnya Data Guru dan Tendik tidaklah hilang, namun data tersebut tidak muncul di daftar tabel Guru dan daftartabel Tendik.


Hal ini dikarenakan data tersebut masih tercantum pada periode semester sebelumnya. Nah, solusinya cukup dengan menarik data tersebut ke periode aktif.

Permasalahan tersebut memang sepele tapi bisa membuat pusing kepala bagi operator baru. Berikut adalah cara mengatasi data guru dan tendik hilang atau data guru dan tendik tidak terbaca di aplikasi dapodik 2021.

Simak Video di bawah ini atau ikuti langkah di bawah ini :



Berikut ini adalah langkah-langkah mengatasi data Guru dan Tendik Hilang :

1. Login ke Aplikasi Dapodik Versi 2021
2. Klik menu GTK kemudian klik sub menu Guru.
3. Apabila tabel daftar Guru kosong, klik Salin Penugasan, nanti akan keluar notifikasi untuk menyetujui salin data atau tidak, klik Ya.
4.  Kemudian seluruh data guru akan tampil di tabel Guru.
5. Untuk data Tendik, langkahnya  klik sub menu Tendik.
6. Apabila di tabel daftar Tendik kosong, klik Salin Penugasan, nanti akan keluar notifikasi untuk menyetujui salin data atau tidak, klik Ya,
7. Maka seluruh data Tendik akan tampil di tabel Tendik.
8. Silahkan Log out Aplikasi dapodik
9. Login Lagi, dan Taraaaa semua daftar Guru dan Tendik yang semula 0 akan berubah sesuai dengan jumlah Guru dan Tendik yang ada di satuan pendidikan.
  • BACA JUGA : 

  1. SOLUSI DAPODIK : HILANGNYA PROGRAM ATAU JURUSAN KEAHLIAN
  2. SOLUSI DAPODIK : PREFILL TIDAK BISA DIDOWNLOAD KARENA AKUN KEPSED TAK TERDAFTAR


Semoga bermanfaat

Cara Mengatasi Hilangnya Kompetensi Keahlian Dapodik Versi 2021 | Operator Dapodik Wajib Tahu

Kompetensi Keahlian Dapodik Versi 2021 Hilang


Sejak melakukan Instal Aplikasi Dapodik 2021 banyak teman-teman operator dapodik mengalami hilangnya daftar Kompetensi Keahlian. Banyak yang bingung mengenai masalah hilangnya program atau kompetensi keahlian di Dapodik Versi baru ini. Lantas apakah penyebabnya ? Apakah ada kesalahan saat proses instal  ulang dapodik 2021 ?, ataukah ada kesalahan download prefill dapodik saat registrasi offline aplikasi dapodik 2021 ? mari simak beberapa penjelasan di bawah ini.

Hilangnya program keahlian di Aplikasi Dapodik 2021 ini bukan kesalahan Operator Dapodik sekolah.



Hal ini terjadi  disebabkan oleh salah satu poin perubahan yang terjadi di Aplikasi Dapodik Versi 2021. Salah satu perubahan tersebut tertulis dengan jelas di daftar perubahan Dapodik Versi 2021 pada poin nomor 16 yang berbunyi:
"[Perbaikan] Penonaktifan kurikulum 2006 (KTSP) dan wajib menggunakan kurikulum 2013. Bagi SMK wajib menggunakan kurikulum 2013 REV"
Dari poin di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh SMK sudah wajib menggunakan Kurikulum 2013 REV.  Sehingga menyebabkan hilangnya beberapa daftar jurusan atau Kompetensi Keahlian selain Kurikulum 2013 REV tersebut akan terkena cleansing.

Adapu solusi dari hal tersebut adalah berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan setempat untuk meminta ditambahkan Program atau Kompetensi Keahlian tersebut dengan membawa beberapa berkas pendukung.

Berikut ini merupakan contoh berkas yang diperlukan dalam proses penambahan Kompetensi

Keahlian Baru di SMK:

1. Surat Tugas dari sekolah.
2. Surat Permohonan yang ditandatangani oleh Kepala Sekolah dan cap basah.
3. Surat pengantar atau surat rekomendasi dari Cabang Dinas wilayah setempat.
4. Lampiran form Input Kompetensi Keahlian Baru SMK
5. Lampiran SK Pendirian/Pembukaan Kompetensi Keahlian

Berikut ini merupakan contoh Lampiran form Input Kompetensi Keahlian Baru SMK yang sudah kami sediakan dalam bentuk pdf.

Lampiran form Input Kompetensi Keahlian Baru SMK

Semoga bermanfaat :)

PPG

Dapodik

1 Lembar