Dapodik Bangkalan: berita
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) Tahun 2020

Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) Tahun 2020


Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) Tahun 2020 - Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) dikhusushkan kepada Guru, Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah yang memenuhi beberapa persyaratan yang sudah ditentukan.

Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) Tahun 2020


Persyaratan Peserta AKG, AKK, AKP Bagi Guru, Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah Sebagai berikut:

  • Guru PNS/Bukan PNS dan 
  • Bersertifikasi/Belum Bersertifikasi
  • Kepala Madrasah PNS/Bukan PNS dan Bersertifikasi/Belum Bersertifikasi
  • Pengawas Madrasah
  • Sudah melakukan verval ijazah S1/D4
  • Sertifikasi/Ijazah S1/D4 adalah mata pelajaran yang di ikutkan AKG


Adapun Materi AKG, AKK, AKP Bagi Guru, Kepala Madrasah dan Pengawas Madrasah Sebagai berikut:

Materi AKG, AKK, AKP Bagi Jenjang Madrasah Ibtidaiyah

  1. Literasi
  2. Numerisasi
  3. Sains

Materi AKG, AKK, AKP Bagi Jenjang Madrasah Tsanawiyah

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Matematika
  4. IPA (Terpadu)
  5. Bimbingan dan Konseling

Materi AKG, AKK, AKP Bagi Jenjang Madrasah Aliyah

  1. Bahasa Indonesia
  2. Bahasa Inggris
  3. Matematika
  4. Biologi
  5. Fisika
  6. Kimia
  7. Ekonomi
  8. Bimbingan dan Konseling

Cara Pendaftaran Pengajuan AKG, AKK, AKP Tahun 2020 :

  1. Masuk pada layanan http://simpatika.kemenag.go.id/
  2. Login sebagai PTK pada Form tersebut
  3. Pilih menu Diklat Kemudian AKG lalu klik Daftar AKG 
    Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) Tahun 2020

  4. Setelah itu pilih mata pelajaran AKG dan tempat AKG jika sudah sesuai klik SIMPAN
    memilih mapel akg

  5. Data Ajuan sudah tersimpan, silahkan pantau terus laman ini pada akhir pendaftaran untuk mendapatkan informasi surat pengantar yang berisi jadwal, tanggal dan jam pelaksanaan AKG.
    konfirmasi ajuan akg

  6. Apabila ingin membatalkan pendaftaran AKG silahkan dapat klik link pada kalimat "Jika ingin membatalkan pendaftaran, "klik disini".
    membatalkan pendaftaran akg

  7. Berikut adalah Contoh Cetak Bukti Pengajuan Calon Peserta AKG,AKK, AKP Tahun 2020
    bukti pengajuan calon akg

Demikian Postingan Kami Mengenai Pendaftaran Asesmen Kompetensi Guru (AKG, AKK, AKP) Tahun 2020. Semoga Bermanfaat.

sumber: halaman bantuan siap-online

Kemendikbud Selenggarakan KIHAJAR STEM 2020, Pemenang Diganjar Hadiah Rp300 juta

 Kemendikbud Selenggarakan KIHAJAR STEM 2020, Pemenang Diganjar Hadiah Rp300 juta


Dalam rangka mewujudkan visi pendidikan Indonesia pada tahun 2035, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan kegiatan Kita Harus Belajar (KIHAJAR) Sciences, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) 2020. 

Kemendikbud Selenggarakan KIHAJAR STEM 2020
 Kemendikbud Selenggarakan KIHAJAR STEM 2020


Kegiatan ini bertujuan untuk membangun generasi Indonesia menjadi pembelajar seumur hidup yang unggul, terus berkembang, dan berakhlak mulia,  Kegiatan tahunan yang pertama kali diadakan  pada tahun 2006 oleh Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) ini, kini mengalami beberapa penyempurnaan dalam memacu kompetensi generasi KIHAJAR Indonesia. 


M. Hasan Chabibie, selaku Pelaksana Tugas (Plt.) Pusdatin mengajak generasi KIHAJAR untuk memaksimalkan semua kesempatan yang pada saat ini bisa dinikmati salah satunya KIHAJAR, untuk mengembangkan potensi dirinya. “Bangsa ini membutuhkan generasi yang cerdas, berakhlak, mandiri, bernalar kritis, berfikiran global. Tetap belajar dan berinovasi salah satunya melalui KIHAJAR,” ucap Hasan pada saat membuka KIHAJAR STEM 2020 melalui virtual meeting.


Apa itu Generasi KIHAJAR (GEN KIHAJAR) ?


Generasi KIHAJAR (GEN KIHAJAR) adalah peserta didik yang telah turut serta dalam “Kita Harus Belajar”. Melalui program KIHAJAR, para peserta didik diharapkan dapat mengembangkan keterampilan, pengetahuan dan kompetensi abad 21 dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis STEM. 


Generasi peserta didik sekarang ini dikenal sebagai generasi "Digital Native" yang artinya sejak mereka lahir sudah dikelilingi beragam teknologi dan biasa berinteraksi dengan komputer, Alat Komunikasi dan Internet.


Hasan juga menyebutkan bahwa teknologi adalah nafasnya zaman, dia juga mengajak untuk menggunakan semua teknologi yang ada pada saat ini dimasukan ke dalam proses pembelajaran saat ini agar dapat menumbuhkembangkan masa depan pelajar Indonesia. Hasan juga menegaskan bahwa Teknologi tidak hanya digunakan untuk merawat masa lalu.


jumlah peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan baik dari dalam dan luar negeri telah mendaftar pada KIHAJAR STEM adalah sebanyak 64.555 . 


Pada tahap final yang sudah diselenggarakan pada 4 Oktober 2020, sebanyak 301 peserta didik telah mengikuti mekanisme penilaian yang terdiri dari dua tahap, diantaranya pembuatan video inovasi atau pembelajaran berbasis STEM serta menjawab pertanyaan melalui aplikasi Quizizz.


Dewan juri akan menentukan pemenang dari masing-masing jenjang dan akan diumumkan pada perayaan hari jadi Televisi Edukasi pada Senin, 12 Oktober 2020. Para pemenang akan mendapatkan beasiswa berupa uang tunai dengan total sebesar Rp300 juta.


Melalui kebijakan pemberian bantuan kuota data internet, para peserta didik dapat memanfaatkannya untuk mengikuti tahapan pelaksanaan KIHAJAR STEM. GEN KIHAJAR dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk belajar mandiri, berinovasi, melatih berfikir kritis, kreatif, bhineka global dan berakhlak mulia sebagai cerminan Pelajar Pancasila. 


“Kuota data Internet yang diberikan oleh kemendikbud, diharapkan mampu menjadi jalan mengeluarkan kemampuan diri sendiri meski dalam keterbatasan saat ini. Sehingga bernalar kritis dan kemandirian dapat terus dilatih oleh dengan mengikuti proses pembelajaran,” jelas Hasan.


Demikian artikel kami kali ini mengenai Wujudkan Generasi Pelajar Pancasila, Kemendikbud Selenggarakan KIHAJAR STEM 2020.

Semoga Bermanfaat.

Sumber : Nomor : 290/sipres/A6/X/2020

Kemendikbud : Kuota Internet Siswa dan Guru Bisa Dibelikan Dari Dana BOS


Kemendikbud : Kuota Internet Siswa dan Guru Bisa Dibelikan Dari Dana BOS

Skema penyederhanaan kurikulum yang bisa diterapkan saat kondisi darurat akan diumumkan dalam waktu dekat oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim.



Hal ini merupakan bentuk komitmen untuk memperbaiki kualitas jaringan termasuk merancang solusi untuk atasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota.

"Kami sedang merancang apa yang bisa kami lakukan untuk mengatasi masalah kurikulum dan pengadaan kuota, kami mendengar keluhan ini dan meresponsnya," terang Nadiem saat meninjau SMK Ma'arif NU Ciomas, Bogor, Jawa Barat, (Kamis (2020/7/30).

Saat kunjungan ke sejumlah sekolah di kawasan Bogor, Nadiem mengatakan banyak menampung aspirasi dari para guru perihal masalah yang dihadapi selama melakukan Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ).

Mengacu pada hasil kunjungannya, selain permasalahan kurikulum dan kuota, ada juga sejumlah hambatan yang paling sering dihadapi orang tua dan siswa dalam menyelenggarakan PJJ.

"Pertama adalah penyediaan sarana pembelajaran, kedua adalah pengadaan kuota, ketiga adalah penyederhanaan kurikulum, dan keempat adalah penerapan pendidikan karakter," terang Nadiem.

Penggunaan Dana BOS Untuk Membeli Kuota Siswa dan Guru dan Kurikulum Darurat

Nadiem berkomitmen untuk menjawab tantangan tersebut dengan memperbaiki kualitas jaringan. Tetapi, diperlukan adanya kolaborasi antar kementerian dan lembaga terkait dalam mengupayakan meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan.

"Saya sadari kondisi ini sangat serius dan perlu segera diatasi, karena faktor ini adalah penentu penyampaian konten pembelajaran kepada siswa. Saya sangat mengapresiasi perjuangan dan kesabaran para guru dan orang tua yang telah semaksimal mungkin memfasilitasi PJJ bagi anak-anak," jelas Nadiem.

Untuk mengatasi masalah kuota, Nadiem mengatakan bahwa sejak April lalu Kemendikbud telah melakukan relaksasi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membantu sekolah dalam melaksanakan prioritas, termasuk menunjang PJJ.

“Kami menyadari bahwa pelaksanaan pembelajaran jarak jauh bukan hal yang mudah. Apalagi dengan segala keterbatasan, baik infrastruktur berupa sinyal dan listrik, biaya, dan sebagainya. Oleh karena itu, silakan kepala sekolah membeli kebutuhan yang menjadi prioritas sekolah, misalnya pembelian pulsa untuk guru maupun siswa, hand sanitizer, dan lain-lain,” jelas Mendikbud.


Dari ranah kurikulum Kemendikbud menyatakan bahwa dalam waktu dekat akan mengumumkan skema penyederhanaan kurikulum yang bisa diterapkan dalam kondisi darurat.

"Model pembelajaran saat ini mengedepankan unsur fleksibilitas, jadi sekolah bisa mengatur apa yang cocok untuk kondisi mereka. Lakukan yang terbaik untuk anak. Ketika saya melihat institusi sudah melakukan yang terbaik untuk anak, saya menghargai kreativitas tersebut," kata Nadiem.

"Saya senang, kepala sekolah dan guru mengambil kebijakan terhadap penerapan kurikulum yang sesuai dengan kondisi saat ini. Siswa dan guru bisa saling berbagi konten pembelajaran dengan guru dan murid-murid yang lain. Itulah guru penggerak," ucapnya.

Terkait adanya masukan agar Kemendikbud menetapkan satu aplikasi yang bisa digunakan secara massal oleh sekolah dalam PJJ, Naidem mengatakan bahwa hal tersebut bertentangan dengan konsep merdeka belajar.

"Banyak platform yang bisa menjadi pilihan, kami beri kemerdekaan guru untuk menentukan yang terbaik," jelasnya.

Nadiem mengatakan bahwa PJJ bukanlah kebijakan Kemendikbud. Justru, kata dia, yang sedang diupayakan bersama adalah bagaimana mengembalikan pembelajaran ke sekolah dengan memastikan keamanan dan kesehatan bagi seluruh warga pendidikan.

"Mari kita gotong-royong untuk berkolaborasi keluar dari krisis ini. Kita lakukan yang terbaik untuk murid-murid kita," pungkas.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Nadiem Izinkan Dana BOS Dipakai Beli Kuota Internet Siswa dan Guru

Kemendikbud : Sekolah di Zona Kuning Segera Dibuka


Kemendikbud : Sekolah di Zona Kuning Segera Dibuka


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) sedang melakukan proses evaluasi dan penyusunan kebijakan terkait kebijakan pembukaan sekolah di luar zona hijau bersama dengan sejumlah kementerian.



Berita tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Ainun Na'im saat konferensi video Evaluasi Implementasi Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri.

“Kemendikbud paham betul aspirasi masyarakat agar sekolah dibuka, namun yang masih menjadi prioritas utama adalah kesehatan dan keselamatan peserta didik”, jelasnya.

Meskipun demikian, Ainun menegaskan bahwa Kemendikbud tetap harus menjaga agar proses belajar tidak boleh berhenti.

"Jadi memang kita tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik. Namun kita juga harus menjaga proses belajar ini tidak boleh berhenti,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Kemendikbud saat ini sedang melakukan proses evaluasi dan penyusunan kebijakan perihal sekolah yang berada pada zona non-hijau, pada khususnya zona kuning, bisa melakukan pembelajaran tatap muka tetapi tetap dengan memenuhi kriteria lebih ketat.

“Sehingga memang kita sedang mengevaluasi bagaimana supaya yang non-hijau, khususnya kuning saja ya, bisa tetap melakukan pembelajaran tatap muka," jelas Ainun.

Pembukaan Sekolah Di Zona Kuning Akan Melalui Prosedur Yang Lebih Ketat.


"Misal jumlah anak lebih sedikit, kemudian pertemuan juga diatur sedemikian rupa, sehingga risikonya diperkecil. Itu sedang dianalisis dulu," terangnya.

Penjelasan lebih lanjut, Kemendikbud juga akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai macam pihak agar proses pembelajaran tetap dapat berlangsung, dengan tetap mengedepankan prosedur kesehatan, termasuk memastikan keberlangsungan pembelajaran.

Rencana untuk membuka sekolah di luar zona hijau sebelumnya disampaikan Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo setelah selesai rapat dengan Presiden Jokowi, Senin (2020/7/27), seperti yang kami kutip dari Kompas.com.

Doni menyebutkan bahwa pemerintah akan segera memberikan izin penyelenggaraan sekolah tatap muka di luar zona hijau, yang artinya zona kuning nantinya bisa membuka pembelajaran tatap muka, tetapi tetap dengan mengedepankan protocol Kesehatan Covid-19.

Proses Belajar Jarak Jauh yang diterapkan pada saat ini memang efektif dalam mencegah penularan Covid-19. Tetapi, di sisi lain, banyak siswa di daerah yang kesulitan dalam belajar jarak jauh karena sulitnya akses internet.

Meskipun demikian, Doni menegaskan bahwa sekolah tatap muka di luar zona hijau harus digelar secara terbatas. Nantinya, jumlah siswa yang hadir dalam satu kelas dibatasi dan durasi belajar di kelas juga akan dipersingkat.

Sebagian artikel ini pernah tayang di kompas dengan judul Kemendikbud Segera Putuskan Pembukaan Sekolah di Zona Kuning

Rilis Aplikasi Dapodik Versi 2021

Rilis Aplikasi Dapodik Versi 2021


Pemutakhiran data semester 1 tahun ajaran 2020/2021 dilaksanakan menggunakan aplikasi terbaru yang saat ini dirilis yaitu Aplikasi Dapodik versi 2021. Integrasi data dan pembaruan aplikasi telah dilaksanakan agar Aplikasi Dapodik versi 2021 dapat digunakan untuk pengumpulan data dari satuan pendidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan khusus, dan pendidikan kesetaraan.

Aplikasi Dapodik versi 2021 telah menggunakan database versi baru yang dirilis dalam bentuk installer (tidak ada versi updater). Untuk itu secara teknis diharuskan melakukan install ulang Aplikasi Dapodik versi sebelumnya terlebih dahulu.


Kode registrasi Aplikasi Dapodik untuk satuan pendidikan pada jenjang PAUD (TK, KB, TPA, SPS) dan pendidikan kesetaraan (SKB/PKBM) telah diubah menjadi kode registrasi format baru yang akan didistribusikan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota. Akun petugas pendataan tidak mengalami perubahan, sehingga akun pada aplikasi sebelumnya dapat digunakan untuk registrasi pada Aplikasi Dapodik versi 2021.

Catatan untuk satuan pendidikan SKB/PKBM, Aplikasi Dapodik versi 2021 belum dapat mengakomodasi peserta didik yang mengikuti dua program pendidikan dalam waktu yang sama (contoh: peserta didik terdaftar di rombel paket C dan kursus). Fitur ini akan diakomodasikan pada rilis berikutnya.

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik versi 2021:


[Pembaruan] Penyesuaian aplikasi setelah penggabungan antara Dapo PAUD-Dikmas dan Dapodikdasmen.
[Pembaruan] Penambahan data rinci PAUD khusus untuk jenjang PAUD.
[Pembaruan] Penambahan Program dan Layanan untuk jenjang PKBM dan SKB.
[Pembaruan] Penambahan tabulasi sertifikasi PD pada data rinci peserta didik untuk jenjang SMA dan SMK
[Pembaruan] Penambahan referensi status desa berdasarkan Kepmendikbud Nomor 580/P/2020.
[Pembaruan] Penambahan fitur tarik data pada proses sinkronisasi guna menurunkan semua perubahan yang terjadi hanya pada data yang berada di server.
[Pembaruan] Penambahan metode penarikan data pada API web service.
[Pembaruan] Penambahan atribut tanggal mulai dan tanggal selesai pada isian rombongan belajar untuk PKBM dan SKB.
[Pembaruan] Penambahan security pada aplikasi.
[Pembaruan] Penambahan fitur untuk mengisi e-form kesiapan satuan pendidikan.
[Pembaruan] Penambahan fitur untuk mengecek dan membuka Aplikasi PMP.
[Pembaruan] Integrasi output data hasil PPDB daerah.
[Pembaruan] Kelulusan bersama pada tingkat akhir untuk kelas TK B, 6, 9 dan 12/13.
[Pembaruan] Generate ulang kode registrasi sekolah untuk jenjang PAUD.
[Perbaikan] Perubahan instrumen sanitasi sesuai target SDGs.
[Perbaikan] Penonaktifan kurikulum 2006 (KTSP) dan wajib menggunakan kurikulum 2013. Bagi SMK wajib menggunakan kurikulum 2013 REV.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis perekaman GTK untuk pertama kali dikelola oleh Pusdatin.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis pembuatan/perubahan akun GTK untuk jenjang SMP, SMA, SMK dan SLB.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis bagi SMK tingkat 10 wajib memilih jurusan kompetensi keahlian.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis bagi SMK yang diperkenankan membuka kelas terbuka hanya pada tingkat 12 saja.
[Perbaikan] Perbaikan validasi pada GUI pada saat mengeluarkan siswa yang aktif.
[Perbaikan] Perbaikan pengisian rombongan belajar praktik pada jenjang SMK.
[Perbaikan] Perbaikan pengisian formulir pada peserta didik.
[Perbaikan] Perbaikan pengisian formulir pada GTK
[Perbaikan] Perbaikan fitur ubah pada ruang praktik kerja/bengkel pada jenjang SMK.
[Perbaikan] Penyesuaian formulir pada halaman registrasi.
[Perbaikan] Penutupan isian akreditasi prodi pada jenjang SMK.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis pengisian tingkat kerusakan bangunan.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis pengisian tingkat kerusakan ruang.
[Perbaikan] Perubahan proses bisnis pengisian riwayat pendidikan formal kualifikasi S1 pada GTK.

Panduan Aplikasi Dapodik versi 2021 yang dapat diunduh di menu unduhan laman dapodik atau pada bagian lampiran berita ini yang memuat petunjuk teknis instalasi, registrasi online/registrasi offline, serta deskripsi dari setiap perubahan dan perbaikan pada Aplikasi Dapodik versi 2021.
Selanjutnya bagi segenap Bapak/Ibu Kepala Sekolah agar segera menugaskan Petugas pendataan untuk melakukan upgrade ke Aplikasi Dapodik versi 2021 dan melakukan pemutakhiran data semester 1 tahun ajaran 2020/2021. Pemutakhiran data dilakukan paling lambat pada Senin, 31 Agustus 2020 (Penarikan data untuk program BOS) dan pada Rabu, 30 September 2020 (Penarikan data untuk program BOP) dengan tetap menjaga kualitas data.

LAMPIRAN

1. Link unduhan Aplikasi Dapodik Versi 2021


sumber : dapodikdasmen

Kemendikbud : Belajar Dari Rumah Tidak Akan Permanen, Berikut adalah Metode yang Akan Digunakan

Kemendikbud  : Belajar Dari Rumah Tidak Akan Permanen, Berikut adalah Metode yang Akan Digunakan 


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menjelaskan bahwa belajar dari rumah tidak akan dipermanenkan, namun yang akan dipermanenkan adalah platform pembelajaran jarak jauh (PJJ), bukan metode PJJ itu sendiri. 
ilustrasi belajar dari rumah
sumber : tirto

Hal tersebut  disampaikan untuk menjawab kesimpangsiuran informasi di masyarakat yang menyatakan PJJ atau belajar dari rumah akan dibuat menjadi permanen. 

PJJ hanya akan dilakukan pada satuan pendidikan di zona kuning, oranye, serta merah, dan tidak akan permanen.

 “Yang akan permanen adalah tersedianya berbagai platform PJJ, termasuk yang bersifat daring dan luring seperti Rumah Belajar, yang akan terus dilangsungkan guna mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” tegas Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud Iwan Syahril di Jakarta, pada Senin (6/7/2020) dikutip dari kompas. 

Tatap Muka Akan Dimulai Secara Bertahap

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama Empat Kementerian pada bulan Juni lalu, setiap satuan pendidikan yang berada pada zona hijau dan memenuhi berbagai persyaratan ketat lainnya dapat melaksanakan metode pembelajaran secara tatap muka. 

Jumlah daerah yang melakukan pembelajaran tatap muka akan terus meningkat seiring dengan waktu. 

Dirjen GTK menjelaskan hanya akan memermanenkan ketersediaan berbagai platform PJJ, baik yang bersifat daring maupun luring, yang selama ini telah ada untuk mendukung siswa dan guru dalam proses belajar mengajar selama masa pandemi. Adapun metode pembelajaran yang diberikan kepada siswa akan tetap ditentukan berdasarkan kategori zona pandemi. 

Berbasis kombinasi

Iwan menambahkan, terkait pemanfaatan berbagai platform pendidikan berbasis teknologi yang telah tersedia, Kemendikbud mendorong pembelajaran dengan model kombinasi (hybrid). 

“Saya yakin model pembelajaran berbasis kombinasi pembelajaran ini akan terbukti efektif meningkatkan kemampuan dan kompetensi siswa dalam bersaing di dunia global saat ini,” jelas Iwan.

Melalui pembelajaran dengan model kombinasi, guru dan siswa akan terus melanjutkan penerapan teknologi yang dikombinasikan dengan tatap muka sebagai metode pembelajaran terpadu.

Dengan begitu, alat bantu pembelajaran tidak hanya berupa buku teks, tetapi berbagai platform teknologi yang telah dimanfaatkan dalam PJJ selama pandemi. “Yang paling penting adalah peran guru tidak akan tergantikan teknologi dalam pembelajaran. 

Namun, untuk mengakselerasi kompetensi siswa, peran teknologi akan sangat mendukung,” jelas Iwan. Iwan menjelaskan, teknologi hanyalah alat, sehingga kunci utama terletak pada kualitas dan kompetensi para pendidik dalam memanfaatkan teknologi sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang efektif kepada murid-muridnya. 

Laman " Guru Berbagi" 

Berdasarkan hal itu, Kemendikbud telah melakukan beberapa hal antara lain menciptakan laman Guru Berbagi. “Kami telah menciptakan sebuah ekosistem belajar buat guru, yang sifatnya gotong royong yaitu laman Guru Berbagi,” ujar Iwan. 

Berdasarkan Data per 3 Juli 2020, akses laman Guru Berbagi telah mencapai 5,9 juta akses dengan lebih dari 950.000 pengunjung. Sebanyak 1,2 juta unduhan di antaranya materi dan Rencana Proses Pembelajaran (RPP) baik untuk PAUD, SD, SMP, SMA, dan SLB yang bersifat dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

 Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan (Kabalitbang dan Perbukuan) Kemendikbud Totok Suprayitno mengatakan, pandemi Covid-19 memberikan hikmah positif, terutama pada akselerasi pemanfaatan teknologi. 

“Bagi dunia pendidikan, walaupun menghadirkan berbagai tantangan besar, pandemi Covid-19 memunculkan pembelajaran positif, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi dengan skala besar yang begitu cepat guna mendukung proses pembelajaran,” kata Totok. 

“Sumber pembelajaran yang dilakukan oleh guru sangat terbuka ada Rumah Belajar, modul, Buku Sekolah Elektronik, dan sebagainya. Tidak ada kebijakan untuk mengarahkan ke produk tertentu. Apa pun itu yang bisa meningkatkan pembelajaran, silakan diunduh,” pungkas Totok

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kemendikbud Pastikan Belajar dari Rumah Tidak Akan Permanen", 

Sering Mendapat SMS Penipuan di Nomor Telkomsel? Berikut Penjelasannya!

Sering Mendapat SMS Penipuan di Nomor Telkomsel? Berikut Penjelasannya! 

Akhir-akhir ini banyak yang membicarakan mengenai nomor pelanggan Telkomsel yang sering mendapat sms dari nomor tidak dikenal. 

Nomor-nomor tersebut berisi penawaran berbagai macam produk, mulai dari penawaran  modal usaha, menawarkan produk pelangsing, pengumuman undian berhadiah, dan banyak lagi sms yang mengindikasikan penipuan.

Hal tersebut juga bisa dilihat dari maraknya beberapa twit yang mengeluhkan mengenai hal tersebut, contohnya : 

Sly????? (@parkjimsely) July 10, 2020 Pantes aja SMS isinya beginian semua bngsd!!#BoikotTelkomsel pic.twitter.com/CcEdZ1ZAl2 
Xhamster (@iamwaqii) July 10, 2020 Nomor baru beli di @byu_id oleh @Telkomsel tidak pernah diexkspose, tdk prnah dipakai selain untuk internetan, tdk pernah isi pulsa diluar, tp bisa kena spam, kalau bukan operator yg jual data pengguna trus siapa @byu_id ??? #boikotTelkomsel pic.twitter.com/s5Z7j97o3V — 

Lalu bagaimana hal itu bisa terjadi? 

Berikut adalah Penjelasan Telkomsel GM External Corporate Communications Telkomsel Aldin Hasyim. Menurutnya ada banyak kemungkinkan mengenai pelanggan Telkomsel yang mendapat sms terindikasi penipuan tersebut. Akan tetapi dia menegaskan bahwa Telkomsel tidak pernah menjual data pelanggan sehingga para pelanggan mendapat sms dari orang tak bertanggungjawab. 

"Kami nggak mungkin menjual data. Kami punya standar dan aturan jadi itu tidak mungkin sekali kami lakukan," ujarnya ketika dihubungi Kompas.com, Sabtu (11/7/2020). 

Pihaknya menjelaskan, pelanggan yang mendapat pesan sms dari nomor yang tidak dikenal dipastikan bukan dari Telkomsel. 
Berbagai macam cara bisa menjadi penyebab menerima pesan sms tidak bertanggungjawab.

Aldin mengatakan bahwa orang juga bisa iseng dengan mengurutkan nomor-nomor tertentu, sehingga korban bisa dipilih secara acak. 

"Nomor-nomor panjang yang melakukan sms promosi ada yang menjurus ke penipuan itu benar-benar di luar tanggung jawab operator," kata dia. 

Selain itu, ungkap Aldin, data juga bisa didapat dari hacker yang melancarkan serangan hack terhadap suatu website.  

Sementara itu pada contoh kasus bocornya data Denny Siregar, pada akhirnya polisi menangkap CS. 

Menurut Aldin, pembobolan data dari dalam seperti itu tidak dilakukan secara masif tapi hanya oleh oknum tertentu. 

Dia juga menegaskan bahwa pencurian data seperti itu tidak diperbolehkan dan tidak dibenarkan. Perusahaan, dalam hal ini Telkomsel memiliki aturan terkait hal tersebut. 

Sms broadcast resmi dari Telkomsel tidak berasal dari nomor-nomor tidak dikenal. 

Aldin mengatakan salah satu unit bisnis dari Telkomsel adalah digital advertising, di mana ada sms broadcast di sana. Pelanggan yang berkenan mendapat sms iklan dari perusahaan yang bekerjasama dengan Telkomsel akan mendapat sms. 

Tapi Aldin memastikan, pelanggan biasanya ditawari terlebih dahulu mau atau tidaknya mendapat sms. Jika mau, Telkomsel baru memasukkannya ke dalam list pelanggan yang di-blast pesan. 

Dia mencontohkan beberapa perusahaan yang resmi bekerjasama antara lain Burger King, Dunkin Donat, Lazada, CFC, dan lain-lain. 

"Itu resmi, mereka menggunakan jasa kita. Tapi kita nggak sembarangan nge-blast sms. Ada persetujuan dengan pelanggan," kata Aldin. 

Lalu bagaimana jika mendapatkan sms dari orang tak dikenal atau sms spam? 

Aldin mengatakan apabila terjadi penipuan, pelanggan dapat menghubungi layanan call center 24 jam dengan menghubungi 188. 

Selain itu bisa juga dengan cara: mengirimkan SMS pengaduan yang dikirimkan ke 1166 dengan format PENIPUAN#NO. MSISDN PENIPU#ISI SMS PENIPUAN. Dalam hal tersebut tidak dikenai biaya alias gratis. 

Menghubungi melalui chatting dengan asisten virtual di LINE, Telegram, Facebook Messenger Telkomsel (facebook.com/telkomsel), dan Twitter @telkomsel. 

Bisa juga mengirim email ke cs@telkomsel.co.id informasi lebih lanjut mengenai penipuan yang mengatasnamakan Telkomsel dapat dilihat di menu Waspada Penipuan.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sering Di-SMS dari Nomor Tak Dikenal? Ini Penjelasan Telkomsel.

Jadi Ladang Bisnis, Rakyat Susah Masih Diperas untuk Bayar Rapid Test


Jadi Ladang Bisnis, Rakyat Susah Masih Diperas untuk Bayar Rapid Test

dapodikbangkalan.net - Ulama Madura yang juga pimpinan MUI KH Cholil Nafis mempertanyakan anggaran Rp605 triliun lebih yang digunakan untuk penanganan pandemi Covid-19. Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Jakarta, Musni Umar juga menyuarakan hal yang sama.

Dia memprotes pihak-pihak yang memanfaatkan rapid test sebagai kesempatan dalam meraup keuntungan sebanyak-banyaknya.
ilustrasi rapid test

“Saya kecam keras rapid test dijadikan ladang bisnis,” kata Musni melalui akun resminya, Rabu (24/6).

Padahal, kondisi daya beli dan perekonomian saat ini sedang sulit. Pemerintah harusnya menopang fasilitas kesehatan, seperti rapid test gratis ke masyarakat, tak cukup hanya bantuan sosial saja.

“Rakyat sudah susah hidupnya diperas lagi dengan bayar rapid test. Seharusnya gratis,” ujarnya.

Dia juga mengeluhkan banyak mahasiswa dari berbagai daerah yang tidak dapat kembali ke Jakarta dikarenakan mahalnya biaya untuk rapid test. Belum lagi untuk biaya perjalanan yang mahal dan berlipat ganda dari biasanya.

“Banyak mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun tidak bisa kembali ke Jakarta karena harus bayar rapid test. Kalau kapal laut bayar Rp600.000, pesawat Rp2 juta,” katanya mengeluhkan rapid test berbayar di sejumlah tempat.

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa anggaran penanganan pandemi Covid-19 akan membengkak. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyebutkan bahwa dana yang dibutuhkan untuk penanganan wabah Covid-19 menjadi Rp 695,2 triliun, naik dibandingkan sebelumnya yang sebesar Rp 677,2 triliun.

“Pemerintah telah menyampaikan di sidang kabinet ada tambahan belanja dari Perpres 54 Tahun 2020. Beberapa biaya penanganan Covid-19 ditingkatkan karena untuk pembuatan vaksin,” ujar Sri Mulyani di Jakarta, Selasa (16/6).

Dari dana itu, alokasi anggaran untuk bidang kesehatan mencapai Rp87,55 triliun. Hal ini dikeluhkan karena masyarakat masih harus membayar ketika akan melakukan rapid test.

Presiden Jokowi sebelumnya telah meminta lembaga pengawas dan aparat penegak hukum untuk mengawasi dengan ketat penggunaan anggaran penanganan dan pemulihan dampak dari wabah Covid-19.

“Angka ini Rp677,2 triliun adalah jumlah yang sangat besar. Oleh sebab itu tata kelolanya harus baik, sasarannya harus tepat, prosedur harus sederhana dan tidak berbelit-belit. Output dan outcome-nya harus maksimal bagi kehidupan seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya saat membuka Rakornas Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2020 secara virtual, Senin (15/6).

Anggaran itu kemudian membengkak menjadi Rp695,2 triliun. Dengan perubahan tersebut pos struktur pemulihan ekonomi negara (PEN) menjadi Rp87,55 triliun untuk kesehatan, sektor perlindungan sosial Rp203,9 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 trilun, dan sektoral atau alokasi untuk pemerintah daerah Rp106,11 triliun.

artikeli ini diadaptasi dari demokrasi.co.id dengan artikel rapid tes jadi ladang bisnis.....

Diduga Memiliki Ilmu Hitam, 3 Warga Sampang Nekat Sumpah Pocong.

Diduga Memiliki Ilmu Hitam, 3 Warga Sampang Nekat Sumpah Pocong.


Pada Rabu 24 Juni 2020 tiga warga yang masih memiliki hubungan kekerabatan nekat melakukan sumpah pocong di masjid Madegan, Kelurahan Polagan, Kecamatan Sampang. Ketiganya berasal dari warga Dusun Murombuk Timur, Desa Tebanah, Kecamatan Banyuates. 


Hal ini dilakukan karena dua keluarga tidak menemukan jalan keluar soal dugaan ilmu santet.

Tiga warga tersebut terdiri dari dua orang ibu rumah tangga dan satu pemudi yang ternyata masih memiliki hubungan kekeluargaan, Ketiganya yaitu Misriyah (71thn) danS (60thn) sebagai tertuduh dan Hikmah (20) sebagai penuduh.

Prosesi ritual pocong ini disepakati setelah terjadi cekcok soal dugaan ilmu hitam.

Memurut keterangan dari Juhari (40thn), anak dari Ibu Suranten, cekcok antar keluarga tersebut bermula saat Hikmah menghadiri acara hajatan di bulan Sya’ban dua bulan lalu di rumahnya. 

Setelah hajatan, Hikmah mendapat bingkisan berupa makanan. Setelah memakan makanan dari acara hajatan, Hikmah kemudian merasa kesakitan di daerah tenggorokannya dan langsung mengadu ke orangtuanya kemudian langsung dilarikan ke dukun.

Juhari menceritakan, Setelah dari dukun, Keluarga Hikmah menuduh ibunya memiliki ilmu santet yang dikirim melalui perantara makanan.

Tuduhan memiliki ilmu santet ternyata bukan kali ini saja dialamatkan penuduh kepada ibunya, sejak puluhan tahun lalu ibunya juga mendapatkan tudahan memiliki ilmu santet dari keluarga penuduh.

Ayah Hikmah Abdus Sarip (56thn)  menyampaikan bahwa beberapa waktu lalu anaknya mengalami sakit tenggorokan setelah memakan makanan yang didapat setelah hajatan Suranten. Keluhan yang dialami anaknya
yaitu sakit tenggorokan.

Menurut Pengakuannya, dia membawa Hikmah ke dukun di Desa Bringkoning Kecamatan Banyuates. Menurut si dukun, Hikmah terkena santet baru-baru ini.

Ketua Takmir Masjid Madegan Hasyid Abdul Hamid menerangkan bahwa kedua belah pihak nekat melaksanakan  sumpah pocong. 

Sebelum dilakukan ritual sumpah pocong, dia berusaha memberikan pengertian kepada kedua belah pihak untuk berpikir agar pelaksanaan sumpah pocong ini tidak diselenggarakan. 

Hal ini berkaca pada kejadian satu tahun yang lalu, salah satu warga asal Kecamatan Banyuates meninggal setelah nekat melakukan ritual sumpah pocong dengan dugaan yang sama yaitu kepemilikan santet.

Abdul Hamid menuturkan bahwa dulu itu yang meninggal si penuduh, dia meninggalnya setelah 30 hari setelah menjalankan sumpah pocong.

Ritual sumpah pocong diyakini sangat sakral oleh masyarakat. Melaksanakan ritual sumpah pocong sangat berisiko tinggi apabila tuduhan tersebut salah atau memang yang tertuduh benar-benar memiliki ilmu santet.

Artikel ini pernah tayang di koranmaduracom dengan judul Gegara ini, Dua Keluarga di Sampang Nekat Lakukan Sumpah Pocong

Tahun Ajaran Baru 2020/2021 Dipastikan Mulai Bulan Juli, Kemendikbud: Memulai Tahun Ajaran Baru berbeda dengan Memulai KBM

Tahun Ajaran Baru 2020/2021 Dipastikan Mulai Bulan Juli, Kemendikbud: Memulai Tahun Ajaran Baru berbeda dengan Memulai KBM



Proses Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 segera dimulai. Namun, ditengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Plt. Dirjen PAUD Dasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Hamid Muhammad menegaskan bahwa ada perbedaan antara dimulainya Tahun Ajaran baru dengan tanggal dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) untuk tatap muka.

“Tanggal 13 Juli adalah tahun pelajaran baru, tetapi bukan berarti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing,” jelas Hamid melalui  melalui telekonferensi di Jakarta pada Kamis (28/5).

Lebih lanjut, Hamid mengatakan bahwa kalender pendidikan Indonesia dimulai pada minggu ketiga bulan Juli dan berakhir pada akhir bulan Juni. “Dengan dimulainya PPDB ini sebenarnya sudah jelas bahwa kami tidak memundurkan kalender pendidikan ke bulan Januari. Kenapa tidak memundurkan? Karena kalau memundurkan maka akan ada konsekuensi yang harus kita sinkronkan,” ungkap Hamid.

Hamid menambahkan, konsekuensi pertama adalah peserta didik untuk tingkat SMA dan SMP yang sudah dinyatakan lulus. “Kelulusan siswa SMA dan SMP sudah diumumkan, sebentar lagi akan diumumkan untuk kelulusan siswa SD. Artinya kalau sudah lulus kemudian diperpanjang, anak yang lulus ini mau dikemanakan? Termasuk juga perguruan tinggi juga sudah melakukan seleksi,” ujar Hamid.

Sejalan dengan itu, Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud, Chatarina Muliana Girsang menambahkan bahwa hal yang mungkin menjadi masalah dalam PPDB metode luring di mana membutuhkan kehadiran fisik di sekolah karena beberapa alasan yang menyebabkan ketidaksiapan daerah untuk melaksanakan sistem daring.

“Tentu saja sesuai dengan yang diperintahkan oleh Bapak Presiden bahwa dalam pelaksanaan PPDB jika tidak dapat menghindari pertemuan langsung maka untuk metode luring harus memperhatikan protokol kesehatan seperti penyediaan masker dan hand sanitizer, menjaga jarak, dan tidak melakukan kerumunan,” tegas Chatarina.

“Oleh karena itu dalam metode luring kami harapkan kesiapan pemerintah daerah untuk jauh-jauh hari menyampaikan pelaksanaan PPDB nya secara luring sehingga dapat membagi waktu pendaftaran agar tidak terjadi kerumunan yang akan menyulitkan pendaftar untuk menjaga jarak,” imbuhnya.

Sumber : SIARAN PERS Nomor: 130/Sipres/A6/V/2020

Petunjuk Peringatan,Tema dan Logo Hardiknas Tahun 2020

Petunjuk Peringatan, Tema dan Logo  Hardiknas Tahun 2020 



Sesuai dengan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 2020 terkait Penetapan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat COVID-19 dan Keputusan Presiden Nomor 12 terkait Penetapan Bencana Nonalam Penyebaran COVID-19 sebagai Bencana Nasional, Peringatan Hardiknas Tahun 2020 harus disesuaikan dengan hal-hal berikut ini :

1. Upacara Peringatan Hardiknas Tahun 2020

Kemendikbud selaku panitia Penyelenggara peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 memutuskan untuk meniadakan Penyelengaraan Upacara Bendera di setiap kantor instansi pusat dan daerah, setiap satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri.

Upacara Bendera Peringatan Hardiknas Tahun 2020 yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2020 dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB secara terpusat, terbatas, dan memperhatikan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Semua Instansi baik instansi pusat, daerah, satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri dihimbau untuk mengikuti jalannya upacara bendera melalui siaran langsung melalui media sosial youtube Kemendikbud RI dan Saluran TV Edukasi di rumah/tempat masing-masing.

2. Tema dan Logo Peringatan Hardiknas Tahun 2020

Tema Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 adalah " Belajar dari COVID-19".
Sedangkan Logo Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 adalah sebagai berikut
3. Saran Kegiatan Peringatan Hardiknas Tahun 2020

Menghimbau setiap kantor instansi pusat dan daerah, setiap satuan pendidikan, serta kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri agar tidak mengadakan kegiatan yang mengakibatkan berkumpulnya banyak orang paada suatu lokasi.

Memeriahkan peringatan hardiknas tahun 2020 dengan cara yang kreatif, menjaga dan membangkitkan semangat belajar di masa darurat COVID-19.

Menghimbau kepada segenap insan pendidikan untuk menyaksikan program peringatan Hardiknas Tahun 2020 di TVRI Pada hari Sabtu, 02 Mei 2020 pukul 19.00 s.d. 20.30 WIB

Teman-teman bisa mengunduh Surat Pedoman Peringatan Hardiknas Tahun 2020, Logo serta Backdrop, Spanduk, dan umbul-umbul Peringatan Hardiknas Tahun 2020 di bawah ini.

Unduh Surat Pedoman Peringatan Hari Pendidikan Nasional Tahun 2020 di sini.
Unduh Logo Hardiknas 2020 di sini. 
Unduh MLR Backdrop, Spanduk, dan Umbul-umbul di sini.